Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 19 Jun 2026 16:48 WIB ·

Pakar Ekonomi : UMKM Harus Siap Bersaing di era Ekonomi Digital Hadapi Persaing Poduk luar


Pakar Ekonomi : UMKM Harus Siap Bersaing di era Ekonomi Digital Hadapi Persaing Poduk luar Perbesar

Jakarta I Harian Merdeka

Pengamat ekonomi dari Universitas Trisakti, Prof .Dr.Willy Arafah ,MM.DBA mengatakan,pemerintah saat ini berperan strategis sebagai akselerator, fasilitator, dan regulator melalui penyediaan infrastruktur konektivitas, program digital onboarding massal untuk memperluas akses pasar, serta penguatan regulasi perlindungan produk lokal dari serbuan barang impor di platform e-commerce.

“Secara empiris, fokus pemerintah tertuju pada peningkatan literasi digital, kemudahan akses pembiayaan berbasis teknologi (Fintech), dan penciptaan ekosistem persaingan usaha yang adil guna memastikan UMKM mampu bertahan dan bersaing dalam ekonomi digital yang inklusif,” kata Willy kepada Harian Merdeka, Jumat (19/6/2026).

Menurut, Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti ini menjelaskan, hambatan utama ekonomi digital bagi UMKM saat ini adalah rendahnya literasi digital dan manajerial, ketimpangan infrastruktur konektivitas, serta tingginya biaya logistik yang mengurangi daya saing harga.

Willy menyebutkan, secara empiris, perkembangan ini juga terganjal oleh serbuan produk impor murah melalui praktik predatory pricing di platform global, keterbatasan akses pembiayaan digital yang terjangkau, serta lemahnya keamanan siber yang menghambat skalabilitas dan kepercayaan pelaku usaha lokal dalam bertransaksi.

“Ekonomi digital secara empiris mampu mengakselerasi pertumbuhan UMKM melalui perluasan akses pasar tanpa sekat geografis, peningkatan efisiensi operasional, dan inklusivitas akses pembiayaan melalui layanan fintech,” bebernya.

Digitalisasi memungkinkan UMKM melakukan skalabilitas usaha lebih cepat dan mengambil keputusan berbasis data.

Namun,kata dia, pertumbuhan ini hanya akan optimal jika disertai dengan penguatan daya saing produk lokal terhadap arus barang impor dan kemampuan adaptasi terhadap dinamika algoritma pasar digital.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Saham PSKT Respons Positif Penunjukan Eka Sastra Sebagai Dirut

19 Juni 2026 - 14:58 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Resmi Naik Per 10 Juni: Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

11 Juni 2026 - 12:40 WIB

Kemendag: Penguatan Dolar AS Tekan HPE dan HR Emas Periode I Juni 2026

2 Juni 2026 - 10:06 WIB

CBA Sebut Penghapusan Tantiem BUMN Cuma Omon-Omon: BRI Masih Bagi Ratusan Miliar

28 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dampingi Wakil Gubernur Provinsi Hebei China Bertemu Menko Perekonomian RI, Bamsoet Dorong Investor China Bangun Data Center di Indonesia

26 Mei 2026 - 19:28 WIB

Trending di Bisnis