Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 8 Mei 2025 12:36 WIB ·

Perputaran Uang Seba Baduy 2025 Capai Rp142 Juta


Perputaran Uang Seba Baduy 2025 Capai Rp142 Juta Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka

Gelaran budaya Seba Baduy 2025 berhasil menciptakan dampak ekonomi positif. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mencatat perputaran uang selama acara berlangsung pada 1–4 Mei 2025 mencapai Rp142,05 juta. Nilai ini dihitung dari belanja wisatawan untuk akomodasi, konsumsi, dan produk UMKM lokal.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Lebak, Usep Suparno, menjelaskan bahwa acara tahunan ini menarik animo tinggi masyarakat. Tercatat 42.686 wisatawan domestik dan 45 wisatawan mancanegara hadir di Kota Rangkasbitung untuk menyaksikan langsung prosesi budaya masyarakat adat Baduy.

“Dari data kami, perputaran ekonomi selama tiga hari pelaksanaan mencapai Rp142 juta lebih. Ini dihitung dari pengeluaran pengunjung untuk hotel, makan di restoran, dan belanja produk UMKM,” ungkap Usep, Rabu (7/5/2025).

Tahun ini, Seba Baduy digelar dalam format Seba Geude atau Seba Besar, yang berlangsung lebih semarak berkat kolaborasi khusus dengan Paguyuban Sumedang Larang Banten. Kehadiran unsur budaya luar daerah memberikan nuansa baru dalam penyelenggaraan.

Tak hanya menarik wisatawan, even ini juga mendapat perhatian internasional. Sedikitnya 19 duta besar negara sahabat hadir menyaksikan prosesi utama Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak.

“Kunjungan tahun ini melampaui target awal kami yang hanya 35 ribu wisatawan. Ini bukti bahwa budaya lokal punya daya magnet tinggi dalam sektor pariwisata,” lanjut Usep.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Lebak, Imam Rismahayadin, menambahkan bahwa Seba Baduy tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Melalui Seba Baduy, kita memperkenalkan warisan budaya sekaligus mendorong ekonomi lokal,” ujar Imam.

Perlu diketahui, Seba Baduy merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat adat Baduy yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan pemimpin daerah, serta menjadi bentuk penghormatan kepada pemerintah dan ungkapan rasa syukur atas berkah alam.

Seba Baduy juga menjadi simbol kesederhanaan, ketulusan, dan kearifan lokal masyarakat Baduy yang tetap teguh memegang adat istiadat meskipun zaman terus berkembang.

Untuk mengusung keunikan Kabupaten Lebak dan memperkenalkan wisata budaya Saba Budaya Baduy, Pemkab Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan even Seba Baduy 2025 yang mengangkat tema tahun ini “Ngajaga Tradisi, Ngaraksa Harmoni Pikeun Indonesia Maju”.

Seba Baduy masuk dalam Karisma Event Nusantara, dimana kumpulan event-event berkualitas dari 38 provinsi di Indonesia yang akan menjadi strategi kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Pemerintah Daerah melalui penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas. Dan KEN 2025 adalah upaya Kemenparekraf dalam membangkitkan geliat event daerah dengan mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kunjungan wisata, dan memberdayakan potensi lokal.

Seba Baduy adalah salah satu upacara adat Warga Baduy yang dikemas menjadi event berskala nasional yang diantara beberapa upacara Adat Baduy lainnya, yang dilaksanakan untuk kegiatan ritual tahunan, yang dimaksudkan untuk menyerahkan hasil bumi dan menjalin silaturahmi kepada Pemkab Lebak dan Provinsi Banten.

Seba Baduy merupakan wujud syukur karena selama setahun mendapatkan kelimpahan hasil pertanian ladang. Seba Baduy dilaksanakan setelah kegiatan Kawalu dan Seren Taun (Ngalaksa) Rombongan Seba berjalan kaki dari Kanekes menuju tempat tujuan Seba (Ibukota Kabupaten dan Provinsi) sambil membawa hasil bumi untuk diserahkan. (hab)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis