Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 18 Jul 2025 16:18 WIB ·

Bahlil Khawatir Kampus Jadi Pencetak Pengangguran


Bahlil Khawatir Kampus Jadi Pencetak Pengangguran Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan rasa was was atau khawatir bahwa universitas atau kampus akan menjadi pabrik pencetak pengangguran intelektual di Indonesia.

Rasa was-was Ketum Partai Golkar itu bisa terjadi apabila tidak ada lapangan kerja yang disiapkan untuk mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi.  “Kalau tidak ada lapangan pekerjaan disiapkan, saya takut suatu saat kampus akan menjadi pabrik membuat pengangguran intelektual,” ujar Bahlil, dalam sidang Senat Terbuka Wisuda ke-54 PEM AKAMIGAS, dikutip cnnindonesia, Kamis (17/7).

Oleh karena itu, Bahlil menilai penciptaan lapangan pekerjaan menjadi tugas penting bagi pemerintah. Satu diantaranya, bisa melalui hilirisasi.

“Hilirisasi kita harus bangun, industri kita harus bangun. Supaya apa? Menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan menciptakan lapangan pekerjaan, itu sama dengan ketika seluruh perguruan tinggi yang mahasiswanya siap untuk bekerja, maka keluar itu adalah lapangan pekerjaan yang disiapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, saat ini Indonesia adalah salah satu negara penghasil sumber daya alam terbesar di dunia. Namun, memang belum semua sumber daya itu bisa dimanfaatkan hingga hilir.

Karenanya, program hilirisasi dinilai menjadi kebijakan yang akan sangat menguntungkan. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri, terutama dari sisi ekspor.

“Kenapa ini hilirisasi kita lakukan? Selama ini, sejak Indonesia merdeka, bahkan sebelum Indonesia merdeka, Indonesia hanya dikenal sebagai negara yang mengekspor bahan baku. Padahal dalam UUD45, kekayaan semuanya ini harus dikuasai oleh negara dan dikelola dan dimanfaatkan semaksimalnya untuk kesejahteraan rakyat, maka hilirisasi kita harus bangun,” pungkasnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Zakiyah Naikkan Insentif Guru Ngaji dan Madrasah 50 Persen

18 Mei 2026 - 14:27 WIB

HUT ke-25 PIKA PKT: Usung Semangat Inspiratif dan Perkuat Kepedulian Sosial

12 Mei 2026 - 11:29 WIB

Gaji Tak Layak, Ketua DPRD Tangerang Evaluasi Anggaran untuk Guru Madrasah

11 Mei 2026 - 16:56 WIB

Skandal MBG Busuk Cigadung 3: KITA Banten Desak Investigasi Total

8 Mei 2026 - 12:00 WIB

Sekda Banten Paparkan Program Sekolah Gratis saat Temui Mahasiswa

5 Mei 2026 - 15:07 WIB

Peringati Hardiknas, Andra Soni Pastikan Program Sekolah Gratis Jangkau Madrasah Aliyah

5 Mei 2026 - 14:14 WIB

Trending di Pendidikan