Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 8 Mei 2026 12:00 WIB ·

Skandal MBG Busuk Cigadung 3: KITA Banten Desak Investigasi Total


Skandal MBG Busuk Cigadung 3: KITA Banten Desak Investigasi Total Perbesar

Pandeglang | Harian Merdeka

Ambisi besar pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhantam realitas pahit di lapangan. Bukannya gizi yang didapat, ribuan siswa di Kelurahan Cigadung, Pandeglang, justru nyaris menyantap makanan busuk berbelatung. Insiden yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) ini mengungkap rapuhnya sistem pengawasan dan indikasi pengabaian standar keamanan pangan demi mengejar kuota distribusi.

Menu Busuk dan Aroma Amis Kelalaian
Ribuan paket menu ayam stik (nugget) yang diproduksi oleh dapur MBG Insani Fastabiqul Khairat di SPPG Cigadung 3 terpaksa dikembalikan pihak sekolah. Saat segel dibuka, aroma busuk menyengat menyeruak, dibarengi temuan belatung yang menggeliat di dalam olahan daging tersebut.

Pihak sekolah bertindak cepat dengan membatalkan distribusi. “Kami tidak mau bertaruh dengan nyawa siswa. Ini bukan sekadar tidak enak, tapi beracun,” tegas salah satu guru dengan nada geram.

“Rapel” Makan: Menabrak Aturan, Mengabaikan Gizi
Ironisnya, alih-alih melakukan evaluasi total, penanggung jawab dapur, Parta, justru mengeluarkan kebijakan kontroversial dengan menjanjikan distribusi “rapel” atau akumulasi di hari berikutnya. Langkah ini jelas-jelas menabrak petunjuk teknis (Juknis) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Nanik, dalam berbagai kesempatan telah melarang keras sistem rapel. Alasannya jelas: makanan gizi harian tidak bisa ditumpuk karena menyangkut metabolisme siswa dan jaminan kesegaran bahan pangan.

Kritik Tajam KITA Banten: “Jangan Jadikan Perut Siswa Lahan Bancakan”
Menanggapi carut-marut ini, Agus Suryaman, Ketua Bidang Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Provinsi Banten, angkat bicara

“Ini adalah tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Badan Gizi Nasional. Menemukan belatung dalam makanan anak sekolah bukan sekadar ‘kelalaian teknis’, ini adalah kejahatan kemanusiaan dan bentuk degradasi moral dalam pengelolaan anggaran negara,” tegas Agus Suryaman.

Agus menambahkan, fungsi pengawasan ahli gizi dan Kepala SPPG Cigadung 3 patut dipertanyakan keberadaannya.

“Di mana ahli gizinya? Di mana kontrol kualitasnya? Jangan-jangan audit mutu hanya formalitas di atas kertas sementara di dapur mereka bekerja asal-asalan. Kami menuntut transparansi penuh. Siapa vendornya, bagaimana rantai pasoknya, dan mengapa makanan busuk bisa lolos dari pintu dapur. Jangan sampai program mulia ini hanya jadi lahan ‘bancakan’ oknum yang mencari keuntungan dengan menekan biaya bahan baku hingga mengabaikan kelayakan, hari ini kita laporkan ke pengawasan BGN Pusat” tambahnya.

Investigasi atau Sekadar Formalitas?
Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) dikabarkan tengah melakukan investigasi internal. Namun, publik meragukan efektivitas investigasi tersebut jika tidak melibatkan pihak independen dan aparat penegak hukum. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekda Banten Paparkan Program Sekolah Gratis saat Temui Mahasiswa

5 Mei 2026 - 15:07 WIB

Peringati Hardiknas, Andra Soni Pastikan Program Sekolah Gratis Jangkau Madrasah Aliyah

5 Mei 2026 - 14:14 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Jadi Destinasi Wisata Belanja dan Edukasi Siswa SD

30 April 2026 - 15:56 WIB

DSI Pamerkan 300 Drone di PPI Curug, Inspirasi Baru Taruna Aviasi

16 April 2026 - 12:07 WIB

Gelar Program Expert Goes to School, Diskominfo Tangsel Bikin Siswa SMKN 6 Tangsel Siap Hadapi Dunia Digital,

16 April 2026 - 11:51 WIB

Kasek dan Guru SMKN 1 Idanogawo Diperiksa Cabdis Terkait Dugaan Pungli

12 April 2026 - 21:35 WIB

Trending di Pendidikan