Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Otomotif · 28 Agu 2025 11:35 WIB ·

Boeing: Indonesia Diprediksi Butuh 600 Pesawat Baru


Boeing: Indonesia Diprediksi Butuh 600 Pesawat Baru Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS) Boeing memperkirakan Indonesia kaan membutuhkan sebanyak 600 pesawat baru, hingga tahun 2045.

Managing Director Regional Marketing Boeing Dave Schulte menuturkan, armada itu sangati mengatakan ratusan armada itu diperlukan untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan udara. Indonesia juga membutuhkan armada-armada baru untuk menggantikan armada yang ada saat ini.

“Kalau Indonesia ingin mencapai kapasitas rata-rata kawasan Asia Tenggara, maka dibutuhkan sekitar 600 pesawat tambahan dalam jangka dekat,” ujar Schulte di Menara Astra, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (27/8).

Ia Menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai rata-rata hampir 5 persen per tahun. Sementara itu, pertumbuhan lalu lintas penumpang diproyeksikan sekitar 7 persen setiap tahun

Angka ini, ucapnya, menempatkan Indonesia dan Asia Tenggara sebagai salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Dave menghitung saat ini Indonesia memiliki sekitar 480 pesawat yang beroperasi. Namun, armada tersebut tergolong tua dengan rata-rata usia mendekati 15 tahun, tertinggi di kawasan.

Dalam skala Asia Tenggara, Boeing memproyeksikan kebutuhan 4.885 pesawat baru hingga 2044. Sekitar 80 persen merupakan kategori lorong tunggal seperti Boeing 737.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.200 unit akan digunakan untuk mengganti pesawat lama, sedangkan sisanya untuk mendukung pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.

“Setiap pesawat generasi baru yang masuk dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 25 persen dan meningkatkan efisiensi maskapai,” tutur Schulte.

Schulte menambahkan faktor demografi dan ekonomi Indonesia juga menjadi pendorong. Jumlah penduduk diperkirakan naik dari 284 juta jiwa pada 2024 menjadi 316 juta pada 2044.

Pertumbuhan kelas menengah yang mencapai 3 persen per tahun, serta kelas menengah atas sekitar 8 persen per tahun, diperkirakan akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk perjalanan udara. Selain pasar domestik, potensi internasional juga terbuka lebar. (jr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DJKA Turunkan Lokomotif CC300 Tangani Banjir di Jalur KA

19 Januari 2026 - 14:27 WIB

BYD Jadikan Indonesia Basis Produksi Utama

17 Januari 2026 - 14:33 WIB

Kendaraan Listrik Berpotensi Membangun Ekonomi Nasional

24 Desember 2025 - 16:01 WIB

BYD Siapkan SUV Tiga Baris Baru, Jadi Model Terbesar dan Termewah dalam Lini Dynasty

2 Desember 2025 - 14:35 WIB

Mobil Jepang Pakai BBM Etanol 10%

20 November 2025 - 16:39 WIB

Dirjen Hubdat Dorong Digitalisasi Transportasi Darat

2 September 2025 - 13:04 WIB

Trending di Otomotif