Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Busana · 27 Sep 2025 16:19 WIB ·

Dinas Pertanian Lebak Dorong Petani Bangkit Lewat Bantuan dan Infrastruktur


Dinas Pertanian Lebak Dorong Petani Bangkit Lewat Bantuan dan Infrastruktur Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka

Dinas pertanian Kabupaten Lebak, Banten, mengoptimalkan pemberdayaan petani untuk mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi sehingga dapat mengendalikan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat mengatakan, pemerintah daerah bekerja keras untuk pemberdayaan petani agar dapat mewujudkan program swasembada pangan juga peningkatan ekonomi sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

“Apabila, kehidupan masyarakat itu sejahtera dipastikan mampu mengendalikan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujar Rahmat di ruang kerjanya, Baru-baru ini.

Pemberdayaan petani itu di antaranya dilakukan intervensi oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah dengan menyalurkan bantuan sarana produksi (saprodi) dan sarana pertanian, seperti traktor serta penunjang lainya.

Selain itu juga bantuan benih padi sawah seluas 5.000 hektare, padi gogo 4.800 hektare dan pestisida hama hampir semua di 28 kecamatan.

Disamping itu, petani akan mendapatkan pinjaman lunak dari Bank Lebak guna meningkatkan produksi usaha pertanian.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak akan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) untuk akses kemudahan dan kelancaran petani mengangkut hasil panen juga dapat meringankan biaya transportasi.

Selama ini, kata dia, prospek usaha pertanian di Kabupaten Lebak sudah menjadi andalan pendapatan ekonomi petani, sekaligus daerah lumbung pangan.

“Kita mendorong usaha pertanian itu dapat meningkatkan kesejahteraan petani sehingga kedepannya mampu memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan selama ini intervensi pemerintah menyalurkan bantuan terhadap petani cukup besar sehingga secara langsung dapat mendorong kesejahteraan petani.

Saat ini, pihaknya memiliki 200 anggota petani dengan lahan garapan seluas 150 hektare dan indeks penanaman (IP) tiga kali tanam dalam setahun, karena terdapat sarana irigasi pompanisasi dengan menyedot air dari permukaan aliran sungai.

Mereka petani jika musim panen produktivitas rata-rata 6 ton Gabah Kering Pungut (GKP) per hektare dan ditampung pengepul Rp 6.500 per kilogram.

Jika harga GKP Rp6.500 per kilogram dikalkulasikan dengan produktivitas 6 ton maka bisa menghasilkan pendapatan ekonomi Rp39 juta per hektare.

“Pendapatan Rp39 juta itu dipotong biaya produksi Rp15 juta, sehingga petani meraup keuntungan bersih Rp24 juta selama empat bulan,” ucap Ruhiana. (EM)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menperin Sebut Anak Muda Tak Minat Membatik

3 Oktober 2024 - 15:57 WIB

Pemkot Bogor Bentang Kain Batik Sepanjang 4 Km

3 Oktober 2024 - 15:20 WIB

Trending di Busana