Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Sport · 13 Okt 2025 10:29 WIB ·

Tagar Kluivert Out (Dipecat)


Tagar Kluivert Out (Dipecat) Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia membuat nasib Patrick Kluivert sebagai pelatih diujung tanduk. Bahkan, Tagar Patrick Kluivert Out menggema di media sosial.

Di ketahui, Timnas Indonesia menelan kekalahan skor 0-1 dari Irak pada babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu (12/10) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 karena sebelumnya menderita kekalahan dari tuan rumah Arab Saudi.

Kekalahan itu tentu mengecewakan para pecinta Timnas Indonesia. Terlebih, keberhasilan Indonesia sampai babak ke empat membuat Skuad Garuda sempat berada pada posisi tinggal berjarak 180 menit lagi dari pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, berimbas pada nasih Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Karena ia dinilai gagal mewujudkan  mimpi Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia dan layak dicopot dari jabatannya.

Tanda pagar alias Tagar #KluivertOut pun menggema di berbagai media sosial, mulai dari X (Twitter) hingga instagram. Tagar Kluivert Out menghiasi kolom komentar di akun resmi Timnas Indonesia.

Mereka yang menggunakan tagar tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap Kluivert. Termasuk soal strategi dan pilihan pemain di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, hanya juara grup yang bakal lolos langsung ke Piala Dunia. Namun runner up grup juga masih bisa menjaga mimpi ke Piala Dunia karena bakal melanjutkan perjalanan ke babak kelima Kualifikasi Piala Dunia.

Dengan kondisi tersebut, duel Arab Saudi vs Irak bakal jadi penentuan tim yang lolos ke Piala Dunia 2026. Irak bakal lolos bila mampu mengalahkan Arab Saudi sedangkan Arab Saudi hanya butuh hasil imbang atas Irak untuk lolos ke Piala Dunia karena unggul produktivitas gol.

Sedangkan tim yang gagal lolos akan melanjutkan langkah ke babak kelima. Di babak kelima, runner up grup B akan menghadapi runner up grup A untuk perebutan tiket menuju playoff antarkonfederasi.

Kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026, juga membuat posisi Ketum PSSI, Erick Thohir, ketar ketir. Menteri Pemuda dan Olahraga ini dinilai sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan timnas Indonesia.

Bagi banyak pihak, permintaan maaf saja dinilai tak lagi cukup. Langkah mundur dianggap sebagai pilihan paling terhormat. Ini pula yang menjadi tuntutan bagi Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), menyusul kekecewaan atas hasil buruk yang kembali menimpa Timnas Indonesia.

Ketua Umum PSTI, Indro  mengatakan, ini bukan semata-mata soal kalah menang, tapi tanggung jawab, arah pembangunan sepakbola nasional, dan komitmen terhadap harapan publik yang selama ini terus diberi janji-janji manis tanpa bukti nyata.

“Kami mencermati, Ketum PSSI Erick Thohir telah menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan ini. Namun kami tegaskan: permintaan maaf saja tidak cukup,” ujar Indro dikutip Inilah.com, Minggu (12/10).

Ia menegaskan, ini juga bukan soal gesture pribadi, melainkan pertanggungjawaban institusional atas karut-marutnya pengelolaan sepakbola nasional yang tidak menunjukkan adanya perbaikan fundamental.

Selama dua tahun terakhir, PSSI di bawah Erick Thohir telah mendapatkan banyak kemudahan dan dukungan. Mulai dari proses naturalisasi pemain, fasilitas negara, dukungan anggaran yang besar, hingga pengaruh politik yang luas.

Dari segi anggaran misalnya, dana besar mengucur deras dari pemerintah ke kantong kas federasi dari tahun ke tahun.

Contohnya, total dana sekitar Rp277 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 ditransfer untuk mendukung program-program pengembangan sepak bola, termasuk untuk mewujudkan ambisi Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Anggaran itu disebut 73 persennya berasal dari pajak.

Sementara itu, proses naturalisasi pemain keturunan di era kepemimpinan Erick Thohir berjalan mulus bak jalan tol. Sejak ia duduk di pucuk pimpinan PSSI, sudah ada sedikitnya 15 pemain keturunan yang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Senior.

Hampir di setiap FIFA Matchday, skuad Garuda selalu kedatangan wajah baru hasil naturalisasi. Namun, hasilnya tetap nihil, Indonesia masih gagal menembus Piala Dunia.

“Sayangnya, semua itu juga tidak dibarengi dengan pembangunan sistem yang berkelanjutan dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang,” kata Indro lagi.

Lebih jauh, Indro menegaskan PSSI bekerja tanpa roadmap yang jelas. Tidak ada arah strategis yang konkret tentang pembinaan usia dini, penguatan kompetisi lokal, perbaikan tata kelola, atau pembangunan infrastruktur di daerah.

Yang ada kata dia justru pencitraan demi pencitraan, yang menutupi buruknya kinerja manajerial dan lemahnya fondasi sepakbola. “Karena itu, kami menuntut Ketum PSSI tidak hanya meminta maaf, tapi juga bertanggung jawab secara nyata. Jika memang tidak mampu membawa perubahan yang nyata, maka mundur adalah sikap paling terhormat,” katanya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Panglima TNI Mutasi 25 Mayjen Jelang Akhir 2025, Ini Daftar Lengkapnya

31 Desember 2025 - 13:44 WIB

Misi Penting Timnas Indonesia U-17: Kemenangan Harga Mati di Laga Penentu

5 November 2025 - 17:05 WIB

Hector Souto: “Patrick Kluivert, Idola Saya, dan Kita Harus Saling Menghormati”

3 November 2025 - 10:47 WIB

Prabowo Sarankan ASEAN Kirim Tim Pengamat Pemilu di Myanmar

28 Oktober 2025 - 13:41 WIB

PSSI Pecat Patrick Kluivert

17 Oktober 2025 - 11:30 WIB

Presiden Prabowo Berat Hati

15 Oktober 2025 - 11:54 WIB

Trending di Pemerintahan