SOLO | Harian Merdeka
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (KEI) di kawasan Solo Technopark, Jawa Tengah, Rabu (18/11/2025). Rumah sakit spesialis jantung tersebut dibangun melalui dana hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) senilai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta.
“Dengan ini kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menyebut kehadiran RS KEI sebagai simbol persahabatan erat UEA–Indonesia. Ia menekankan bahwa proyek pembangunan rumah sakit ini merupakan inisiatif Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat.
“Pembangunan rumah sakit ini dimulai atas inisiatif beliau. Saya sangat beruntung saya yang meresmikan. Takdir tidak bisa ditolak,” kata Prabowo.
Dalam peresmian tersebut, Prabowo didampingi Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada, Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, putra Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Sejumlah pejabat Indonesia turut hadir, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.
Seluruh anggaran pembangunan RS KEI ditanggung oleh pemerintah UEA, sementara pengelolaan operasional dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Pada tahap awal, rumah sakit ini akan didukung oleh RSUP Dr. Sardjito sebagai pendamping.
RS KEI hadir dengan fasilitas modern, termasuk 130 tempat tidur, instalasi gawat darurat dengan sembilan tempat tidur, layanan rawat jalan dan rawat inap (termasuk VIP dan president suite), ICU, hybrid cathlab, pusat bedah jantung, hingga pusat riset. Peralatan penunjang seperti CT Scan dan MRI juga tersedia untuk menunjang layanan kardiologi komprehensif.
Kehadiran Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan jantung nasional dan menjadi pusat rujukan regional untuk penanganan penyakit kardiovaskular.(con/dt/hmi)







