Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 28 Nov 2025 14:05 WIB ·

Mendag Dorong UMKM Jualan Online


Mendag Dorong UMKM Jualan Online Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong para pelaku UMKM untuk semakin aktif untuk memasarkan platform digital sebagai sarana penjualan. Karena transformasi ke penjualan online bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di tengan perubahan perilaku konsumen.

Menteri yang akrab disapa Busan, ini berpendapat bahwa transformasi dari offline ke online sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Dia mencontohkan bagaimana ketika minimarket pertama kali muncul banyak yang menganggap akan menghancurkan toko kelontong, namun pada kenyataannya kedua toko bisa berjalan berdampingan sampai saat ini.

“Ini sama dengan offline dan online ya. Offline katanya banyak terganggu dengan online tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biaya mahal tapi dia bisa berjualan secara online,” ujar Busan di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).

Ia menegaskan, kekhawatiran pelaku usaha kecil terhadap dominasi platform online tidak sepenuhnya tepat. Dia menyebut justru banyak UMKM yang tumbuh dan bertahan karena memanfaatkan penjualan digital.

Untuk memastikan ekosistem usaha tetap seimbang, Kemendag mengembangkan kebijakan hybrid atau omnichannel yang memungkinkan pelaku usaha offline merambah pasar online secara bertahap.

Tak hanya UMKM, Mendag juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi pasar rakyat. Dia menjelaskan bahwa Kemendag telah memberikan pendampingan agar pedagang pasar tradisional dapat melakukan penjualan secara online, sekaligus menjaga lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman.

“Kita juga ada program di pasar rakyat ya di toko-toko ada pasar tradisional, pasar rakyat itu bagaimana dia juga bisa jualan online. Dan juga kami pesan kepada Bapak-Ibu para pimpinan di daerah untuk menjaga pasarnya bersih. Ada banyak contoh saya kira pasar-pasar di daerah walaupun pasar tradisional, menjadi pilihan tidak hanya untuk berbelanja tetapi untuk wisata kuliner,” tandasnya. (Con)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis