Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 2 Des 2025 11:42 WIB ·

Pengangguran Didominasi Anak Muda


Pengangguran Didominasi Anak Muda Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan sejumlah permasalahan yang mendera perekonomian Indonesia, mulai dari angka pengangguran yang didominasi anak muda hingga porsi tenaga kerja yang berada di sektor informal.

Demikian disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, pada saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2025.

Ia menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan beberap tahun sebelumnya. Namun, angka pengangguran masih berada di level 4,85%.

“Tapi pengangguran memang masih ada di kisaran 4,85% dan 17%-nya itu datang dari usia muda, 16-24 tahun,” ujar Anindya di The Park Hyatt Hotel Jakarta, dikutip Senin (1/12).

Anindya juga menyoroti terkait angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya. Anindya menyebut rasio ICOR Indonesia di angka 6,3. Sementara, Vietnam di level 4,6, Thailand 4,4, dan Malaysia. Rasio ICOR yang tinggi mencerminkan efisiensi investasi yang rendah.

Lalu, sekitar 69% dari tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor berproduktivitas rendah. Bahkan, Anindya bilang masih banyak sektor informal.

“Nah hal-hal ini yang menyebabkan good is not good enough. Jadi kita mesti kerja lebih keras untuk menghasilkan apa yang diinginkan oleh Pak Presiden mencapai (pertumbuhan ekonomi) 6%, 7%, 8%. Tapi bukan hanya mencapai, tapi pemerataan juga terjadi, kesejahteraan terjadi,” tambah Anindya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi sejumlah pencapaian positif Indonesia. Inflasi Oktober 2025 juga terkendali di level 2,86%, surplus neraca perdagangan US$ 4,3 miliar pada kuartal-III 2025, dan investasi mencapai hampir Rp 500 triliun.

“Jadi angka-angka makro sudah terlihat arahnya ke jalan yang benar. Nah sekarang bagaimana di Kadin fokusnya ke mikro ekonomi,” imbuh Anindya. (Con)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Kenaikan BBM dan Elpiji Nonsubsidi: Raport Merah Bahlil Lahadalia

21 April 2026 - 12:10 WIB

Trending di Ekbis