JAKARTA | Harian Merdeka
PT Pertamina (Persero)menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Gelaran ini mengambil tema ‘Berkarya Tanpa Batas: Etika Kerja, Komunikasi, dan Berfokus Pada Solusi’.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan sampai dengan November 2025 jumlah tenaga kerja penyandang disabilitas sebanyak 2,52% dari total jumlah pekerja di Pertamina dengan lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan mendukung penyandang disabilitas.
Dia mengatakan Pertamina terus berupaya berkontribusi mewujudkan Asta Cita keempat yaitu pengembangan sumber daya manusia dan kesetaraan.
“Pertamina berkomitmen membangun lingkungan kerja yang setara dan mendukung, termasuk mengakomodasi seluruh rekan-rekan penyandang disabilitas. Kami ingin menghapus stigma, menghilangkan diskriminasi, serta memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya secara maksimal,” kata Oki, dikutip, Minggu (7/12).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Andy Arvianto menambahkan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat pentingnya aksi nyata dalam mendorong inklusi.
Ia menyampaikan, sejumlah kebijakan Pertamina dalam pengembangan SDM disabilitas antara lain program peningkatan kompetensi, standarisasi fasilitas dan aksesibilitas di seluruh lingkungan kerja Pertamina.
“Kita ingin membangun program yang nyata tanpa membedakan. Prinsip equity harus ditegakkan, sehingga setiap rekan disabilitas mendapatkan fasilitas dan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing. Saya ingin memastikan bahwa rekan-rekan tidak hanya bekerja, tetapi berkembang. Semua pekerja Pertamina memiliki hak yang sama dalam pengembangan karier,” tutur Andi.
Perwakilan pekerja disabilitas yang bertugas di PT Kilang Pertamina Internasional, Rustina Sari mengungkap rasa bangganya bisa menjadi bagian dari Pertamina. (Con)







