Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 11 Des 2025 10:17 WIB ·

Kondisi Kelistrikan di Kepulauan Nias Disorot, Dugaan Monopoli Vendor PLN Menguat


Kondisi Kelistrikan di Kepulauan Nias Disorot, Dugaan Monopoli Vendor PLN Menguat Perbesar

NIAS | Harian Merdeka

Kepulauan Nias kembali menjadi sorotan publik menyusul kian tidak beraturannya pemadaman listrik dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat di wilayah yang tergolong daerah 3T itu mengeluhkan situasi yang dinilai semakin membebani aktivitas sosial dan ekonomi mereka.

Sejumlah warga menilai penjelasan manajemen PT PLN (Persero) terkait gangguan listrik—mulai dari faktor cuaca hingga kerusakan teknis—tidak lagi memadai. Dalih tersebut dianggap sebagai alasan klasik yang berulang dan tidak menyelesaikan persoalan utama. Dampaknya, deretan masalah sosial muncul, mulai dari terganggunya pelayanan publik hingga kerugian usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.

Kritik tajam juga diarahkan pada PLN UP3 Nias yang dinilai tidak transparan terkait penggunaan anggaran pemeliharaan jaringan. Beberapa pihak menuding adanya kejanggalan dalam pengelolaan proyek dan kerja sama dengan vendor. Bahkan, identitas perusahaan rekanan dinilai kerap ditutup-tutupi dari publik.

Salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Nias, Taufik Gulo, menyebut PLN UP3 Nias berpotensi bermain mata dalam penunjukan perusahaan mitra. Menurut dia, pola penanganan pekerjaan yang terpusat pada satu perusahaan menimbulkan kecurigaan terjadinya praktik kongkalikong.

“Selama ini PT Multi Pilar memonopoli hampir semua pekerjaan PLN di Kepulauan Nias. Mulai dari pengadaan material, pemasangan jaringan baru, pemeliharaan, sampai pembangunan atau renovasi gedung PLN—semuanya mereka tangani,” ujar Taufik kepada Harian Merdeka, Rabu (10/12/2025).

“Bagaimana mungkin satu perusahaan menguasai seluruh lini pekerjaan? Ini menimbulkan banyak tanda tanya.” sambungnya.

Taufik Gulo, mantan anggota DPRD Kabupaten Nias Barat itu menambahkan, sejumlah pos anggaran rawan diselewengkan, antara lain biaya pemeliharaan jaringan, penggantian kabel yang sudah tidak layak, hingga kebutuhan minyak mesin pembangkit.

Ia mendesak agar PLN membuka secara detail dan transparan skema anggaran dan mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk alasan penunjukan vendor yang sama dalam berbagai jenis pekerjaan.

“Kalau tidak ada keterbukaan, dugaan penyimpangan akan terus berkembang,” kata Taufik.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Nias Leonard Tulus M. Panjaitan mengatakan, semua Vendor dilakukan sesuai aturan dan prinsip transparansi serta kompetisi sehat.

“Tidak ada pemberian keistimewaan kepada vendor tertentu. Jika ada temuan dilapangan yang tidak sesuai ketentuan bisa kami tindak lanjut. Kami tidak segan melakukan penindakan sesuai aturan,” Kata Leonard, kepada Harian Merdeka melalui pesan whatsapp, Rabu sore (10/12/2025).

Ia menyebutkan, PLN sudah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP/ISO 37001) , jika abang ada Bukti bisa dilaporkan sendiri sesuai kanal resmi PLN, ini bisa di baca di website www.pln.co.id.

Namun, ketika wartawan media ini menanyakan nama perusahaan vendor PT. PLN (Persero) UP3 Nias, yang selama ini menjadi rekanan, Leonard terkesan menutupi. Ia mengatakan, jika ada masyarakat yang menemukan tindakan pelanggaran supaya melapor melalui kanal resmi PLN.

“Makanya itu Bang, ada kanal resmi dimana Masyarakat bisa melaporkan adanya dugaan tindakan melanggar,” tutup Leonard.

Publik kini menunggu langkah konkret PLN dalam menstabilkan pasokan listrik sekaligus memperkuat transparansi agar dugaan penyimpangan tidak terus berkembang.(adi).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis