Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 11 Des 2025 12:55 WIB ·

Bobby Nasution Dinilai Abaikan Kesiapsiagaan Bencana akibat Pemangkasan Anggaran


Bobby Nasution Dinilai Abaikan Kesiapsiagaan Bencana akibat Pemangkasan Anggaran Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Komisi II DPR RI menyoroti kebijakan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, yang memangkas anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Sumut. Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap kesiapsiagaan bencana.

Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, mengatakan bahwa pemangkasan anggaran tersebut mencerminkan minimnya kesadaran pemerintah provinsi terhadap ancaman bencana yang kerap melanda sejumlah daerah di Sumut. “Kurang ada political will terhadap pengalokasian anggaran bencana. Artinya, Gubernur Sumut kurang aware terhadap potensi ancaman bencana itu sendiri,” kata Ujang Bey, Kamis (11/12/2025).

Menurut dia, pemotongan BTT berdampak langsung pada ketidaksiapan daerah menangani situasi darurat, termasuk banjir bandang yang beberapa waktu terakhir terjadi di Sumut.

Pada masa Penjabat Gubernur Fatoni, anggaran BTT mencapai Rp843,1 miliar. Namun dalam Perubahan APBD 2025, alokasi tersebut dipangkas drastis hingga tinggal Rp98,3 miliar—turun sekitar 88 persen atau setara Rp744,7 miliar. Tren pengurangan anggaran berlanjut pada penyusunan APBD 2026, di mana BTT hanya dianggarkan sebesar Rp70 miliar.

Perbedaan mencolok antara alokasi awal dan rancangan anggaran tahun 2026 tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan Pemerintah Provinsi Sumut dalam menghadapi potensi bencana.

Ujang menegaskan bahwa kebijakan anggaran mencerminkan prioritas seorang kepala daerah. “Dalam pembahasan anggaran selalu dibutuhkan political will dari pimpinan. Apakah kebijakan itu dianggap penting atau tidak, terlihat dari pengalokasiannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, seorang pemimpin daerah wajib memahami karakter wilayahnya, termasuk tingkat kerawanan bencana. “Salah satunya adalah kemampuan memetakan potensi bencana di wilayah masing-masing sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan dengan baik,” katanya. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Soal Pemberitaan Tempo, Nasdem Jabar Ingat Etika Pers dan Kepatutan Ruang Publik

17 April 2026 - 11:58 WIB

​Bantah Isu Gabung Gerindra, Arif Rahman: NasDem Bukan PT Tbk, Kami Punya Mandat Rakyat

14 April 2026 - 17:02 WIB

Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

14 April 2026 - 14:15 WIB

Trending di Politik