Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 12 Des 2025 12:10 WIB ·

Harga Kripto 12 Desember 2025: Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Melemah


Harga Kripto 12 Desember 2025: Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Melemah Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pasar aset kripto kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (12/12/2025) pagi. Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 06.15 WIB, mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar mencatat koreksi lanjutan, termasuk Bitcoin (BTC) dan sejumlah altcoin utama.

Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tercatat turun 0,24 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah dengan persentase yang sama dalam sepekan. Harga BTC kini berada di level USD 92.253 per koin, setara Rp 1,53 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.655 per dolar AS.

Ethereum (ETH) turut berada dalam tren penurunan harian. ETH melemah 3,09 persen dalam satu hari, meski masih mencatat penguatan 2,82 persen selama sepekan. Harga ETH saat ini mencapai Rp 52,8 juta per koin.

Binance Coin (BNB) juga terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir, BNB turun 1,39 persen dan melemah 2,08 persen dalam sepekan. BNB diperdagangkan di kisaran Rp 14,7 juta per koin.

Cardano (ADA) kembali tertekan setelah anjlok 7,61 persen dalam sehari dan turun 4,30 persen dalam sepekan. ADA kini berada di level Rp 7.034 per koin.

Solana (SOL) juga tidak luput dari pelemahan. SOL turun 0,95 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 2,66 persen dalam sepekan. Harga SOL saat ini mencapai Rp 2,26 juta per koin.

XRP masih berada di area negatif. Token tersebut terkoreksi 1,01 persen dalam sehari dan turun 3,28 persen dalam sepekan. XRP kini diperdagangkan seharga Rp 33.850 per koin.

Koin meme Dogecoin (DOGE) pun bergerak serupa. DOGE melemah 2,76 persen secara harian dan 5,30 persen selama sepekan. Harga DOGE berada di kisaran Rp 2.336 per token.

Sementara itu, dua stablecoin terbesar, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), tetap stabil di level USD 1,00. Meski bergerak tipis, keduanya melemah masing-masing sebesar 0,13 persen dan 0,15 persen dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global berada di angka USD 3,14 triliun, atau sekitar Rp 52.298 triliun. Angka tersebut turun sekitar 0,7 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Di tengah pelemahan harga kripto, laporan terbaru menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan perusahaan yang menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari aset kas atau corporate treasury pada 2025.

Sepanjang tahun ini, tercatat 117 perusahaan baru menambahkan BTC ke neraca keuangan mereka. Jumlah tersebut masih signifikan, namun tidak setinggi fase adopsi besar-besaran pada 2020–2021 atau periode pemulihan 2023–2024.

Mengutip Coinmarketcap, data tersebut menunjukkan bahwa minat institusional terhadap Bitcoin tetap ada, terutama dari perusahaan dengan orientasi jangka panjang. Namun, akumulasi agresif mulai mereda akibat faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi global, perdebatan regulasi, serta meningkatnya sikap hati-hati pelaku pasar.

Pada masa puncak FOMO institusi beberapa tahun lalu, perusahaan seperti MicroStrategy, Tesla, dan Square tercatat aktif melakukan pembelian BTC. Tren itu kembali menguat di 2023–2024 ketika pasar bangkit dari kondisi bear market dan dorongan terhadap ETF memicu ketertarikan baru dari investor skala besar.

Memasuki 2025, meski harga Bitcoin masih bertahan di area support penting, jumlah perusahaan baru yang masuk jauh lebih sedikit. Pertumbuhan 117 perusahaan tetap positif, namun dianggap melambat dibanding perkiraan, bahkan ketika solusi kustodian semakin matang dan adopsi publik makin masif.

Tren tersebut menunjukkan semakin banyak perusahaan memilih bersikap “wait and see”. Mereka menunggu arah ekonomi global, kebijakan moneter, serta kejelasan regulasi sebelum mengambil langkah besar dalam penambahan aset kripto.

Meski demikian, perlambatan tersebut tidak menandakan menurunnya minat institusi. Banyak perusahaan kini lebih memilih produk keuangan berbasis BTC, seperti tokenized treasuries, integrasi stablecoin, serta eksposur ke DeFi, dibandingkan memegang langsung Bitcoin dalam neraca.

Fenomena ini dinilai sebagai sinyal bahwa pasar kripto mulai bergerak menuju tahap kematangan, bergeser dari adopsi berbasis hype menuju strategi jangka panjang yang lebih terstruktur dan berhati-hati. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis