Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 17 Des 2025 16:25 WIB ·

Harga Cabai  Rawit Merah Semakin ‘Pedas’


Harga Cabai  Rawit Merah Semakin ‘Pedas’ Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Harga cabai mengalami kenaikan cukup siginifikan, terutama cabai rawit merah.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan, produk hortikultura seperti sayuran dan cabai memang rentan terhadap perubahan cuaca.

“Khusus cabai, ini agak berbeda. Begitu perubahan cuaca, misalnya hujan, biasanya para petani tidak memetik atau petikannya tidak sebanyak kalau kondisi normal,” tutur Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono, dikutip, Selasa (16/12).

Di jelaskan, saat musim hujan di daerah-daerah sentra mungkin pemetikannya kurang, sehingga harga terkoreksi.  Namun dirinya meyakini begitu nanti kondisi normal akan kembali ke normal.

“Solusinya bagaimana produksi-produksi cabai di daerah-daerah sentra ini bisa dimobilisasi untuk ke daerah-daerah yang kekurangan,” ungkapnya.

Untuk itu, Bapanas memfasilitasi secara business to business agar pedagang besar cabai di Jakarta dapat melakukan pembelian langsung dari petani cabai di Aceh Tengah. Dengan rata-rata pasokan 13 ton per hari, mobilisasi stok cabai dari Aceh Tengah akan didistribusikan ke Pasar Induk Senen, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi, Pasar Induk Cibitung sampai Pasar Induk Caringin Bandung.

Selain Aceh Tengah, dalam pantauan Bapanas, daerah sentra produksi cabai dengan harga yang relatif terjangkau masih ada di Kabupaten Jeneponto, Enrekang, dan Wajo Sulawesi Selatan. Ini akan ditindaklanjuti kembali oleh Bapanas bersama Kementerian Pertanian terkait penjajakan mobilisasi stok.

“Memang ada tantangan distribusi karena faktor cuaca dan sebagainya, yang kemudian bisa menyebabkan terganggu pasokan dan ujungnya terkoreksi harga tadi. Nah tapi kita terus lihat perkembangannya day per day secara nasional,” sebut Maino.

Maino mengatakan program kerja sama antar daerah, ini sudah berjalan dalam sekian tahun terakhir. Distribusi dari sentra ke daerah yang bukan sentra memang memerlukan peranan pemerintah daerah, bagaimana membantu biaya distribusi, biaya transportasi, sehingga membantu masyarakat bisa menikmati harga pangan dengan harga baik tentunya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan, Selasa 16 Desember 2025, secara rata-rata nasional harga cabai rawit merah melonjak ke level Rp 72.162/kg. Tertinggi terjadi di Papua Barat Daya tembus Rp 145.000/kg dan terendah Sulawesi Selatan Rp 47.654/kg.

Di sejumlah daerah besar seperti DKI Jakarta telah menyentuh Rp 96.429/kg, Baten Rp 85.000/kg, DI Yogyakarta Rp 76.000/kg, Jawa Tengah Rp 70.149/kg, Jawa Timur Rp 66.723/kg. (Con)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis