JAKARTA | Harian Merdeka
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, memantau ketersediaan dan harga berbagai bahan pokok di Pasar Senen, Jakarta, Rabu pagi menjelang malam Tahun Baru 2026. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Roro tiba di Pasar Senen sekitar pukul 07.20 WIB dan mengecek satu per satu gerai pedagang mulai dari daging, sayuran, beras, telur, hingga sembako seperti minyak goreng dan kecap, sambil berinteraksi langsung dengan para pedagang.
Ia mencatat bahwa harga minyak goreng curah dijual sekitar Rp15.500 per liter, yang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
“Kalau HET-nya Rp15.700, di sini bahkan dijualnya Rp15.500. Semua tersedia dan aman,” kata Roro usai melakukan pemantauan harga.
Roro mengatakan tren harga sejumlah komoditas utama menunjukkan penurunan dibandingkan dua minggu terakhir, terutama pada minyak goreng dan bawang putih, meskipun harga cabai masih berada sedikit di atas harga acuan.
“Untuk cabai masih di atas dikit ya Pak ya, di atas harga acuannya sedikit, tapi selebihnya semuanya aman, tadi kita sekalian memantau,” ujar Roro.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional pada akhir Desember 2025 berada di kisaran Rp65.500 per kilogram, sementara harga telur ayam ras sekitar Rp34.500 per kilogram.
Di Pasar Senen, pedagang terpantau menjual cabai rawit merah sekitar Rp70.000 per kg, dan telur ayam ras sekitar Rp33.000 per kg. Harga bawang putih di pasar itu dipantau berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, sementara bawang merah sekitar Rp50.000 per kilogram pada pengamatan pagi ini.
Untuk komoditas daging, harga daging ayam ras terpantau di kisaran Rp40.000 per kilogram, sedangkan daging sapi dijual sekitar Rp134.000 per kilogram.
Roro menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, dinas terkait, pengelola pasar, serta Pasar Jaya untuk memastikan pasokan bahan pokok tidak hanya aman tetapi juga tersedia dalam berbagai pilihan bagi masyarakat menjelang perayaan tahun baru.
“Kami berkoordinasi agar harga bapok (bahan pokok) bukan hanya terkendali, tapi juga pasokannya cukup,” ujar dia.
Ia juga menyinggung faktor cuaca yang berpotensi memengaruhi produksi komoditas hortikultura, terutama cabai yang sensitif terhadap curah hujan dan kelembapan tinggi.
“Cabai ini rentan, kena embun saja bisa berdampak ke produksi, sehingga perlu antisipasi bersama,” tambahnya.
Roro menegaskan bahwa pemantauan langsung ke pasar merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat pada masa libur akhir tahun. Ia berharap tren penurunan harga sejumlah komoditas utama dapat terus berlanjut dan distribusi bahan pokok tetap lancar hingga pasca perayaan Tahun Baru 2026.
“Kami ingin masyarakat berbelanja dengan tenang karena barang tersedia dan harganya wajar,” pungkasnya.(Kay/Fj)







