Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 5 Jan 2026 12:43 WIB ·

Penganiayaan Brutal di Depok Libatkan Oknum TNI AL


Penganiayaan Brutal di Depok Libatkan Oknum TNI AL Perbesar

DEPOK | Harian Merdeka

Polisi mengungkap dugaan motif di balik kasus penganiayaan terhadap dua pria yang ditemukan di dalam mobil boks di Gang Swadaya Emas, Tapos, Depok, pada Jumat (2/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu kecurigaan adanya transaksi narkoba.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyampaikan bahwa dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Motifnya karena diduga kedua korban melakukan penempelan atau sedang melakukan transaksi narkoba,” kata Made saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Meski demikian, Made menegaskan polisi belum memastikan kebenaran dugaan tersebut.

“Kalau terbukti narkoba atau tidak kami belum menerima infonya,” tambah Made.

Dalam kasus ini, salah satu pelaku diketahui merupakan anggota TNI Angkatan Laut berpangkat Sersan Dua (Serda) berinisial M.

Kepala Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Serda M melanggar aturan dan tidak dapat dibenarkan.

“Serda M bersama warga melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada kedua korban yang berakibat satu orang meninggal dunia,” ujar Tunggul, Sabtu (3/1/2026).

Akibat penganiayaan tersebut, korban berinisial WAT (24) meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Brimob Kelapa Dua. Sementara korban lainnya, DN (39), masih menjalani perawatan dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Kedua korban pertama kali ditemukan oleh aparat Polsek Cimanggis sekitar pukul 04.30 WIB di dalam mobil boks dengan kondisi penuh luka memar. Keduanya kemudian dievakuasi ke RS Brimob untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dilakukan perawatan, satu korban meninggal dan satu lagi selamat, dan masih dalam perawatan,” kata Made.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyebut WAT berprofesi sebagai buruh harian lepas, sedangkan DN bekerja sebagai tukang parkir.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami motif dan peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut, termasuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan tindak pidana narkotika.(rhm)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dewan Pers Minta Polda Metro Koordinasi soal 2 Media yang Diproses Hukum

22 Mei 2026 - 16:55 WIB

Sengketa Tambang di Barito Utara, Warga Adat Desa Karendan Minta Presiden Prabowo Subianto dan Komnas HAM Bertindak

22 Mei 2026 - 16:49 WIB

Baru Menjabat, Kajari Kota Tangerang Garap Dugaan Korupsi Sewa Pesawat

22 Mei 2026 - 14:24 WIB

Eks Pimpinan BPK Akui Lupa Pernah Dikunjungi Samin Tan dan M Suryo

22 Mei 2026 - 12:41 WIB

KITA Banten LaporkanDana Hotel hingga Pokir DPRD Kab.Tangerang ke KPK

22 Mei 2026 - 12:36 WIB

Sengkarut Situ Rancagede, Pengamat: Menang Hukum, Usut Pidananya

22 Mei 2026 - 11:18 WIB

Trending di Hukum