Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 5 Jan 2026 12:52 WIB ·

Kudeta Politik Venezuela, Pertamina Amankan Aset Migas


Kudeta Politik Venezuela, Pertamina Amankan Aset Migas Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan ladang minyak Pertamina di Venezuela dalam kondisi aman. PIEP merupakan pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan 71,09 persen. Salah satu aset produksi M&P diketahui berlokasi di Venezuela.

Manager Relation PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menyampaikan bahwa perusahaan terus memantau dinamika yang terjadi guna menjaga keselamatan sumber daya manusia serta kesinambungan operasional aset.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” ujarnya kepada wartawan, Senin (5/1/2026).

Selain pemantauan internal, PIEP juga menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pekerja serta kelangsungan kegiatan operasional perusahaan di wilayah tersebut.

“Ini sebagai bagian dari langkah kehati-hatian dan komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan serta keberlangsungan operasional,” ucap dia.

Maurel & Prom memiliki aset produksi di sejumlah ladang minyak Venezuela. Salah satunya adalah Lapangan Minyak Urdaneta Oeste yang dioperasikan oleh Petroregional del Lago (PRDL). Dalam konsorsium tersebut, perusahaan memegang 40 persen saham, dengan hak produksi mencapai 32 persen di lapangan tersebut.

Venezuela saat ini tengah mengalami gejolak politik dan keamanan. Situasi tersebut muncul setelah operasi militer Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Maduro dan Cilia Flores kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan menghadapi dakwaan perdagangan narkoba di Pengadilan Distrik Selatan New York.

Di tengah situasi tersebut, Trump juga menyampaikan rencana pengerahan perusahaan minyak asal Amerika Serikat ke Venezuela pascapenggulingan Maduro. Ia menyebut perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat akan menanamkan investasi berskala besar di negara itu.(con/rhm)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Kenaikan BBM dan Elpiji Nonsubsidi: Raport Merah Bahlil Lahadalia

21 April 2026 - 12:10 WIB

Pengamat : Menteri Perdagangan Pelihara Monopoli, Suburkan Impor Ilegal

20 April 2026 - 13:14 WIB

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Trending di Ekbis