JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan potensi kelangkaan stok darah menjelang bulan suci Ramadan. Menurutnya, rumah sakit kerap mengalami kesulitan mendapatkan kantong darah karena jumlah pendonor cenderung menurun saat umat Islam menjalankan ibadah puasa.
Merespons kondisi tersebut, Menag mengapresiasi langkah masif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama yang menggelar aksi donor darah secara serentak di seluruh Indonesia.
“Ini sangat timely (tepat waktu). Keluhan rumah sakit itu biasanya sulit mencari darah pada saat Ramadan. Maka, donor darah menjelang Ramadan seperti sekarang ini sangat-sangat bermanfaat,” ujar Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Nasaruddin juga menyinggung imbauan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, yang meminta masyarakat lebih proaktif mendonorkan darah sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan pasien terhadap darah tetap terpenuhi tanpa terganggu persoalan stok.
“Pak JK sendiri sebagai ketua PMI itu menghimbau betul-betul darah kita setelah kekurangan pada bulan suci Ramadan. Maka diimbau kepada warga masyarakat itu untuk memberikan kontribusi hal ini donor darah menjelang Ramadan supaya nanti Ramadan pasien-pasien yang membutuhkan darah itu tidak lagi terganggu,” lanjut Menag.
Tak hanya untuk mengantisipasi Ramadan, aksi donor darah tahun ini juga diarahkan untuk membantu para penyintas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Ketua Penasihat DWP Kemenag RI, Helmi Halimatul Udhma, mengatakan donor darah menjadi cara DWP hadir dan berkontribusi bagi umat, meskipun tidak berada langsung di lokasi bencana.
“Kenapa donor darah? Karena kita tidak hadir langsung di lokasi bencana, tapi kita ingin berkontribusi untuk umat. Mudah-mudahan darah ini bermanfaat bagi para penyintas bencana,” kata Helmi.
Ia menjelaskan, target pengumpulan darah tahun ini ditingkatkan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu DWP berhasil mengumpulkan 189 kantong darah, maka pada tahun ini target ditetapkan hingga 300 kantong.
“Alhamdulillah, kerja sama dengan PMI berjalan baik setiap tahunnya. Tahun lalu target kita 200 kantong dan tercapai 189 kantong yang diterima PMI. Untuk tahun ini, kita targetkan 250 hingga 300 kantong darah,” ujar Helmi.
Menag Nasaruddin menilai peran ibu-ibu DWP sangat strategis dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, kekuatan gerakan sosial DWP jauh lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan formal dari kementerian.
“Kalau kami yang mengimbau, belum tentu sebanyak ini yang terkumpul. Karena donor darah kan tidak boleh diwajibkan, ada syaratnya. Tapi ibu-ibu DWP ini bergerak masif sampai ke tingkat kecamatan,” puji Menag.
Gerakan kemanusiaan yang digelar dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Wilayah, Kabupaten/Kota, hingga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. (kay/rhm)







