CILEGON | Harian Merdeka
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terkait kabar dirinya pergi ke luar negeri di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon. Kepergiannya memicu pertanyaan masyarakat karena banjir terjadi hanya dua hari sebelum isu tersebut mencuat.
Fajar membenarkan bahwa dirinya memang melakukan perjalanan ke luar negeri, tepatnya ke Jepang, sejak 18 Desember 2025. Ia menegaskan perjalanan tersebut dilakukan untuk kepentingan kesehatan.
“Pulang tanggal 30. Keperluannya operasi,” kata Fajar saat ditemui usai apel pagi di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (5/1/2026).
Diketahui, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelumnya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 000.2.3/9633/SJ tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. SE tersebut berlaku bagi seluruh kepala daerah sejak 15 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026, dengan sejumlah pertimbangan khusus.
Menanggapi aturan tersebut, Fajar mengklaim telah mengantongi izin resmi dari Kemendagri sebelum berangkat ke Jepang untuk keperluan pengobatan.
“Sudah mengantungi izin, tapi tolong jangan dipublikasikan soalnya ini penyakit pribadi,” ucapnya.
Fajar juga menegaskan bahwa dirinya telah kembali ke Indonesia sejak 30 Desember 2025, sehingga tetap berada di tengah masyarakat ketika bencana banjir terjadi di sejumlah titik di Cilegon.
Ia menilai peristiwa banjir harus menjadi momentum pembenahan, khususnya terkait persoalan lingkungan dan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
“Harus bebenah. Soal pertambangan izinnya harus segera direview ulang. Semoga provinsi lebih memperhatikan bagaimana pertambangan di Cilegon ini. Pemkot Cilegon juga harus melek, bantu untuk memastikan ini harus tertata dengan baik,” tutupnya.(con)







