Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 15 Jan 2026 13:59 WIB ·

DPRD DKI Soroti Revitalisasi Pasar Jakarta yang Dinilai Belum Optimal


DPRD DKI Soroti Revitalisasi Pasar Jakarta yang Dinilai Belum Optimal Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Ismail meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan revitalisasi pasar rakyat tidak sekadar menjadi agenda rutin. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab persoalan mendasar yang selama ini dikeluhkan pedagang dan masyarakat.

Ismail menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan revitalisasi pasar harus membawa perubahan nyata, bukan hanya perbaikan fisik bangunan.

Menurut Ismail, salah satu persoalan utama yang perlu diselesaikan adalah maraknya pasar tumpah. Fenomena ini sering merugikan pedagang resmi yang sudah menyewa kios di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya.

Ia menjelaskan pedagang di dalam pasar kerap kehilangan pembeli karena transaksi sudah terjadi di luar area pasar. Akibatnya, pedagang resmi mengalami penurunan omzet dan kerugian usaha.

Selain merugikan pedagang, pasar tumpah juga berdampak pada masyarakat. Ismail menilai aktivitas jual beli di badan jalan kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jalan juga dirugikan akibat kemacetan. Karena itu, dibutuhkan keseriusan dalam penataan pasar,” ujar Ismail.

Meski begitu, Ismail menegaskan pihaknya tidak menolak program revitalisasi pasar. Namun, ia meminta agar program tersebut dioptimalkan sebagai bagian dari strategi monetisasi aset milik daerah.

Oleh karena itu, Ismail mendorong Perumda Pasar Jaya mengarahkan revitalisasi pasar ke konsep pengembangan kawasan. Ia menilai pendekatan tersebut lebih relevan dengan kondisi Jakarta saat ini.

Menurutnya, harga lahan di Jakarta sangat mahal. Karena itu, aset Pasar Jaya yang berada di lokasi strategis tidak seharusnya hanya difungsikan sebagai pasar tradisional.

Ismail menyarankan agar pasar di kawasan strategis, termasuk wilayah berbasis Transit Oriented Development (TOD), dikembangkan dengan konsep mixed use. Dengan cara ini, pasar dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Selain pengembangan kawasan, Ismail juga meminta Perumda Pasar Jaya memperhatikan fasilitas pasar secara serius. Ia menilai fasilitas yang nyaman dapat meningkatkan minat masyarakat untuk datang ke pasar.

“Fasilitas harus menjadi daya tarik. Bisa saja orang awalnya hanya ingin menggunakan toilet, tetapi akhirnya berbelanja di pasar,” kata Ismail.

Ia menegaskan seluruh aspek tersebut saling berkaitan. Menurutnya, revitalisasi pasar yang terencana dengan baik akan memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang, pemerintah daerah, dan masyarakat. (fj)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis