Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 30 Jan 2026 14:40 WIB ·

Rumah Sakit Jantung Hibah UEA Dipaksa Buka Akses BPJS


Rumah Sakit Jantung Hibah UEA Dipaksa Buka Akses BPJS Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Kesehatan memastikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah, akan melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan jantung bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan rumah sakit tersebut merupakan aset publik yang harus bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Menurutnya, keberadaan RS Kardiologi Emirates-Indonesia tidak boleh terbatas hanya untuk kelompok tertentu.

“Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam keterangan, di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Sejak resmi beroperasi, RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang berlokasi di kawasan Solo Technopark telah melayani 582 pasien. Rumah sakit hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) itu kini memprioritaskan integrasi layanan agar segera dapat menerima pasien BPJS Kesehatan.

Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, mengatakan proses administrasi agar rumah sakit tersebut bisa melayani pasien BPJS tengah dipercepat. Pemerintah Kota Surakarta menargetkan seluruh tahapan kredensial dapat rampung dalam waktu enam bulan ke depan.

“Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan,” kata Respati.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menegaskan keterjangkauan biaya menjadi salah satu fokus utama pengelolaan RS Kardiologi Emirates-Indonesia.

“Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Eniarti.

Ke depan, layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut akan didukung teknologi medis canggih, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus jantung kompleks, terutama bagi pasien yang selama ini terkendala biaya, mengingat penanganan serangan jantung sangat bergantung pada periode emas atau golden period.

Selama masa transisi, operasional RS Kardiologi Emirates-Indonesia tetap berada di bawah pengawasan RSUP Dr. Sardjito untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga. Sinergi ini ditargetkan menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan jantung utama di Jawa Tengah yang inklusif bagi seluruh kelompok ekonomi.(rhm)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RI Masuk 10 Besar ‘Zero Dose’ Dunia, Irma Suryani Sentil Menkes Soal Imunisasi

23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

21 Juni 2026 - 21:42 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gandeng Dinkes, WBP Diberi Edukasi Virus Hanta dan Pemeriksaan Kesehatan

9 Juni 2026 - 11:14 WIB

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di Kesehatan