Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 31 Jan 2026 15:07 WIB ·

Indonesia Jadi Magnet Ekonomi Digital, Eksekusi Masih Dipertanyakan


Indonesia Jadi Magnet Ekonomi Digital, Eksekusi Masih Dipertanyakan Perbesar

JAKARTA | Harian merdeka

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital di Asia Tenggara, ditopang oleh populasi besar, tingkat adopsi teknologi yang tinggi, serta pasar domestik yang terus tumbuh. Namun, potensi tersebut perlu dibarengi dengan kepastian eksekusi kebijakan agar mampu menarik investasi berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Chief Executive Officer (CEO) AdaKami sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bernardino Vega, dalam diskusi panel World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, yang membahas arah dan tantangan transformasi digital Indonesia.

Bernardino menyebut berbagai proyeksi menunjukkan nilai ekonomi digital Indonesia berpeluang tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi di berbagai sektor. Saat ini, ekonomi digital Indonesia bahkan disebut sebagai yang terbesar di kawasan ASEAN.

“Ketika kami mempromosikan Indonesia kepada investor, kami selalu berbicara tentang potensi. Saat ini, sektor ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN. Inilah peluang investasi yang kami maksud,” ujar Bernardino, Sabtu (31/1/2026).

Ia memaparkan sejumlah subsektor yang dinilai memiliki peluang investasi besar, mulai dari e-commerce, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga teknologi finansial (fintech). Meski kebijakan pendukung sudah tersedia, Bernardino menekankan bahwa tantangan utama justru terletak pada aspek pelaksanaan di lapangan.

“Eksekusi adalah gorila 800 pon di dalam ruangan. Isu besar yang jarang dibicarakan secara terbuka, padahal justru itulah yang perlu dihadapi,” katanya.

Menurut Bernardino, investor pada dasarnya dapat menerima risiko selama risiko tersebut terukur. Namun, ketidakpastian regulasi menjadi faktor utama yang menimbulkan keraguan.

“Pertanyaan utama bagi investor adalah kejelasan regulasi dan, yang lebih penting, bagaimana regulasi tersebut diterapkan. Kerangka kebijakan nasional pada dasarnya sudah tersedia, tantangannya adalah memastikan implementasinya berjalan efektif,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital, Bernardino menekankan perlunya penguatan dua jenis infrastruktur. Pertama, infrastruktur keras seperti konektivitas, pusat data, pasokan listrik yang andal dan ramah lingkungan, serta ketersediaan air. Kedua, infrastruktur lunak berupa kesiapan teknologi, literasi digital, dan literasi keuangan digital.

Dari sisi industri, ia juga menyoroti pentingnya dialog berkelanjutan antara pelaku usaha dan regulator. Forum diskusi rutin dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menurutnya, menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan arah kebijakan.

“Dialog yang berkelanjutan ini memberikan keyakinan kepada investor bahwa Indonesia aktif merespons perkembangan teknologi, mengantisipasi tantangan ke depan, serta terus memperkuat ekosistem investasi digital,” pungkas Bernardino. (rhm)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis