Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 2 Feb 2026 16:47 WIB ·

IHSG Rontok Usai Pejabat BEI–OJK Mundur


IHSG Rontok Usai Pejabat BEI–OJK Mundur Perbesar

BOGOR | Harian Merdeka

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah tajam pada pembukaan perdagangan Senin pagi (2/2/2026). Tekanan di pasar modal masih terasa kuat di tengah kondisi yang belum kondusif, menyusul mundurnya sejumlah pejabat penting di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang turut memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Pelemahan IHSG ini terjadi setelah pasar sebelumnya juga diguncang oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang dinilai berdampak signifikan terhadap sentimen investor dan pergerakan saham domestik.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta seluruh pihak untuk tetap menjaga optimisme dan tidak larut dalam kepanikan. Ia berharap pasar saham Indonesia dapat segera bangkit dan kembali bergerak positif dalam waktu dekat.

“Ya, bismillah naik. Hari ini kita harus optimis, kita harus yakin. Ini kan untuk kepentingan kita semua,” ujar Prasetyo saat ditemui di kawasan SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Prasetyo menegaskan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi gejolak pasar modal. Menurutnya, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memulihkan kepercayaan investor serta menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan keberlanjutan kepemimpinan dan manajemen di BEI dan OJK. Prasetyo menjelaskan, pengangkatan pejabat sementara (Pjs) telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku setelah adanya pengunduran diri beberapa pejabat definitif.

“Di OJK itu ada mekanisme Pjs ketika pejabat definitif berhalangan tetap. Setelah ada pengunduran diri, forum dewan komisioner langsung mengambil keputusan untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan,” jelasnya.

Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat tata kelola pasar modal serta mencegah kekosongan kepemimpinan yang berpotensi memperburuk kondisi pasar. Pemerintah, kata Prasetyo, memandang situasi saat ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

“Dengan arahan Bapak Presiden, kondisi ini kita jadikan kesempatan untuk mereformasi diri, memperbaiki tata kelola agar pasar saham Indonesia menjadi lebih terbuka, transparan, dan kredibel,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan, pemerintah menargetkan pasar modal Indonesia ke depan mampu bersaing dan memiliki standar setara dengan bursa-bursa utama dunia, seiring dengan penguatan regulasi, pengawasan, serta peningkatan kepercayaan investor domestik maupun global. (fj/kay)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis