JAKARTA | Harian Merdeka
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan lima dari enam tersangka dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Satu tersangka lainnya belum ditahan karena melarikan diri saat proses penindakan berlangsung.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan alasan hanya lima tersangka yang berhasil ditahan meski KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.
“Mungkin ada pertanyaan dari rekan-rekan, yang ditetapkan 6, yang ditahan 5. Kemana 1 lagi kan gitu kan? Satu lagi disaat kita akan, teman-teman di lapangan akan lakukan tangkap tangan, itu saudara JF melarikan diri,” ujar Asep dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Asep mengungkapkan, tersangka yang melarikan diri tersebut berinisial JF atau Jhon Field, selaku pemilik PT Blueray. KPK saat ini masih memburu keberadaan JF dan meminta yang bersangkutan untuk kooperatif dengan menyerahkan diri.
“Sekaligus pada kesempatan kali ini saya mengimbau kami dari KPK mengimbau kepada saudara JF atau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaannya segera untuk menyerahkan diri kepada yang bersangkutan,” katanya.
Sebelumnya, KPK menggelar OTT pada Rabu (4/2/2026) terkait dugaan korupsi dalam proses importasi barang di DJBC. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka yang berasal dari unsur pejabat Bea Cukai dan pihak swasta. Dari enam tersangka itu, lima orang langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan, sementara satu tersangka masih berstatus buronan.
Adapun enam tersangka yang ditetapkan KPK dalam perkara ini yakni:
Rizal (RZL), Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 hingga Januari 2026;
Sisprian Subiaksono (SIS), Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC;
Orlando (ORL), Kepala Seksi Intelijen DJBC;
Jhon Field (JF), Pemilik PT Blueray;
Andri (AND), Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray;
Dedy Kurniawan (DK), Manajer Operasional PT Blueray.
KPK menegaskan akan terus mengejar tersangka yang melarikan diri dan memastikan proses hukum berjalan tuntas hingga seluruh pihak yang terlibat dimintai pertanggungjawaban. (rhm)







