Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 16 Feb 2026 17:50 WIB ·

FGD Rekomendasikan Perum Perhutani Perkuat Industri Kayu Nasional


FGD Rekomendasikan Perum Perhutani Perkuat Industri Kayu Nasional Perbesar

BLORA | Harian Merdeka

Upaya memperkuat daya saing industri kayu nasional terus dimatangkan. Perhutani Forestry Institute (PeFI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bidang Industri Kayu sebagai forum strategis merumuskan arah pengembangan industri kayu Perum Perhutani yang berkelanjutan, adaptif, dan bernilai tambah.

FGD yang berlangsung di Aula Grha Wira Wanayasa, Kamis (12/2/2026), diawali dengan kunjungan lapangan ke kawasan industri kayu di Cepu, sebelum dilanjutkan diskusi secara hybrid.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebijakan korporasi dengan tantangan industri kayu global.

Forum strategis tersebut dihadiri Anggota Dewan Pengawas, Anggota Komite, Direktur Komersial Kayu beserta jajaran, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pimpinan dan jajaran PeFI.

Plt Direktur Utama Natalas Anis Harjanto saat membuka acara menegaskan bahwa Perum Perhutani telah menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2029.

Dalam dokumen strategis tersebut, hilirisasi menjadi kunci utama, dengan fokus pada penguatan peran industri kayu Perhutani dalam mendukung ekspor furnitur nasional.

“RJPP ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah kayu melalui penguatan industri hilir, sehingga Perhutani mampu menjadi pemain penting dalam rantai pasok furnitur ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Raden Mas Aris Santosa menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja industri kayu tahun 2025.

Evaluasi tersebut mencakup capaian pendapatan, kendala operasional, hingga risiko usaha sebagai dasar penyusunan strategi Rencana Jangka Panjang (RJP) 2026.

“Evaluasi ini penting agar langkah ke depan lebih terukur dan mampu mendorong pertumbuhan industri kayu yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, menghasilkan berbagai masukan strategis serta penguatan sinergi antarunit kerja.

Hasil FGD diharapkan menjadi pijakan penting bagi Perhutani dalam memperkuat industri kayu nasional yang kompetitif di pasar global.

Hasil FGD diharapkan menjadi pijakan penting bagi Perhutani dalam memperkuat industri kayu nasional yang kompetitif di pasar global. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manajemen Baru Pelindo Hasilkan Kepuasan Pelanggan Pelindo

30 April 2026 - 20:08 WIB

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di Ekbis