BLORA | Harian Merdeka
Upaya memperkuat daya saing industri kayu nasional terus dimatangkan. Perhutani Forestry Institute (PeFI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bidang Industri Kayu sebagai forum strategis merumuskan arah pengembangan industri kayu Perum Perhutani yang berkelanjutan, adaptif, dan bernilai tambah.
FGD yang berlangsung di Aula Grha Wira Wanayasa, Kamis (12/2/2026), diawali dengan kunjungan lapangan ke kawasan industri kayu di Cepu, sebelum dilanjutkan diskusi secara hybrid.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebijakan korporasi dengan tantangan industri kayu global.
Forum strategis tersebut dihadiri Anggota Dewan Pengawas, Anggota Komite, Direktur Komersial Kayu beserta jajaran, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta pimpinan dan jajaran PeFI.
Plt Direktur Utama Natalas Anis Harjanto saat membuka acara menegaskan bahwa Perum Perhutani telah menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2029.
Dalam dokumen strategis tersebut, hilirisasi menjadi kunci utama, dengan fokus pada penguatan peran industri kayu Perhutani dalam mendukung ekspor furnitur nasional.
“RJPP ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah kayu melalui penguatan industri hilir, sehingga Perhutani mampu menjadi pemain penting dalam rantai pasok furnitur ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Raden Mas Aris Santosa menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja industri kayu tahun 2025.
Evaluasi tersebut mencakup capaian pendapatan, kendala operasional, hingga risiko usaha sebagai dasar penyusunan strategi Rencana Jangka Panjang (RJP) 2026.
“Evaluasi ini penting agar langkah ke depan lebih terukur dan mampu mendorong pertumbuhan industri kayu yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, menghasilkan berbagai masukan strategis serta penguatan sinergi antarunit kerja.
Hasil FGD diharapkan menjadi pijakan penting bagi Perhutani dalam memperkuat industri kayu nasional yang kompetitif di pasar global.
Hasil FGD diharapkan menjadi pijakan penting bagi Perhutani dalam memperkuat industri kayu nasional yang kompetitif di pasar global. (Egi)







