Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 9 Mar 2026 13:18 WIB ·

Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemenlu Bergerak Cepat Lewat Jalur Diplomasi


Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemenlu Bergerak Cepat Lewat Jalur Diplomasi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan, terus berdialog dengan otoritas Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Selat Hormuz, imbas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, mengungkapkan situasi di kawasan Teluk yang masih belum kondusif mendorong pemerintah untuk meningkatkan intensitas koordinasi dengan pemerintah setempat.

Upaya pembebasan kedua kapal tersebut dilakukan melalui jalur diplomasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran. “Terkait dengan tanker Pertamina, hal tersebut sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di KBRI Teheran karena memang dialognya harus dilakukan dengan pihak di pemerintah Iran,” ujar Santo melalui keterangan resmi, Jumat (6/3/2026) .

Pihaknya memastikan bahwa langkah diplomasi dan koordinasi terus berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di Iran.

Dirjen Santo menegaskan, upaya tersebut diarahkan agar kapal tanker Pertamina yang terdampak pada akhirnya “dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.”

Santo mengatakan, dinamika konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak signifikan ke dalam negeri.

Pasalnya, negara-negara di kawasan tersebut merupakan mitra dagang yang cukup penting bagi Indonesia.

Selain meningkatkan koordinasi terkait perlindungan WNI, Kemlu RI juga mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengkaji dan mencari jalan keluar atas kemungkinan dampak konflik terhadap Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker tersebut. “Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz, punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (4/3/2026) .

Menteri Bahlil menyatakan, tertahannya dua kapal tanker itu tidak mengganggu ketahanan energi nasional.

Pasalnya, Indonesia telah lekas mencari alternatif pasokan energi dari Amerika Serikat. Pertamina juga telah memastikan keselamatan awak kapal yang bertugas di tengah situasi perang yang sedang berlangsung.

Ketegangan di kawasan memuncak setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara dan rudal ke Iran pada Sabtu (28/2/2026)

Operasi militer bersama yang disebut Operation Lion’s Roar tersebut menargetkan pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta struktur kepemimpinan Iran.

Serangan itu memicu aksi balasan dari Iran yang melancarkan Operasi Janji Setia 4 dengan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di kawasan Teluk.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Trending di Ekbis