JAKARTA | Harian Merdeka
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan kondisi pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetap berada pada tingkat yang mencukupi di tengah dinamika geopolitik global.
Menurut Luhut, sistem pasokan energi nasional saat ini masih stabil dan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga.
“Secara umum kondisi pasokan BBM nasional masih mencukupi dan tidak ada isu krisis bahan bakar kendaraan. Cadangan kita berada pada level yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan,” ujar Luhut usai menerima penjelasan dari jajaran PT Pertamina Patra Niaga di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan paparan perusahaan tersebut, cadangan BBM nasional saat ini berada pada level yang cukup sehingga pasokan bahan bakar kendaraan dipastikan tetap stabil.
Selain itu, cadangan LPG nasional juga dinilai masih mencukupi. Meski menghadapi tekanan dari dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Langkah tersebut antara lain optimalisasi produksi kilang, termasuk pengalihan sebagian produksi dari propylene menjadi LPG, peningkatan produksi Pertalite dari kilang domestik, serta renegosiasi dan penguatan koordinasi dengan pemasok internasional.
Koordinasi juga dilakukan antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertamina Patra Niaga untuk memaksimalkan penggunaan CNG bagi sektor industri yang memungkinkan beralih dari LPG. Dengan demikian, distribusi LPG dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Pemerintah melalui Pertamina sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang konkret. Mulai dari optimalisasi produksi kilang, penyesuaian produksi energi, hingga koordinasi dengan pemasok global. Ini menunjukkan bahwa sistem energi kita cukup tangguh dalam menghadapi dinamika global,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan perkembangan terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang saat ini berada di wilayah terdampak dinamika geopolitik global.
Pertamina memastikan kapal MT Pertamina Pride dan MT Gamsunoro berada dalam kondisi aman dan saat ini berstatus standby atau hold position, bukan dalam kondisi darurat.
Komunikasi dengan kedua kapal tersebut dilakukan secara berkala setiap empat jam guna memastikan keselamatan kru serta memantau perkembangan situasi di lapangan.
Luhut juga menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan keamanan pasokan energi menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman menjelang mudik dan Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global secara intensif guna memastikan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga.
“Yang paling penting bagi masyarakat adalah memastikan pasokan energi tetap tersedia dan stabil. Dari penjelasan yang kami terima hari ini, kami optimistis kondisi cadangan energi nasional tetap mencukupi dan dapat dijaga dengan baik,” tutupnya.







