Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 12 Mar 2026 15:00 WIB ·

Menteri UMKM: Bunga KUR Nol Persen bagi Korban Bencana Sumatera


Menteri UMKM: Bunga KUR Nol Persen bagi Korban Bencana Sumatera Perbesar

MEDAN | Harian Merdeka

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman menyebutkan, pemerintah memberikan sejumlah program pemulihan bagi pelaku usaha terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.

“Salah satu program tersebut adalah relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera,” ucap Maman setelah rapat koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.

Ia mengatakan, secara nasional terdapat sekitar 193 ribu pelaku usaha atau debitur terdampak bencana di tiga provinsi yang telah terdata.

Meliputi, lanjut Maman, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Dari jumlah sekitar 193 ribu debitur itu, sekitar 44 ribu debitur berada di Sumatera Utara.

Maman sepakat atas langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melakukan sinkronisasi data antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan pemerintah pusat.

“Saya perkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah, karena proses pemetaan masih berlangsung hingga 31 Maret 2026,” jelasnya.

Maman menjelaskan, beberapa bentuk relaksasi yang akan diberikan kepada debitur, di antaranya perpanjangan masa pinjaman, restrukturisasi kredit, dan keringanan suku bunga.

“Tahun ini suku bunga dihilangkan, mereka nol persen. Jadi tidak dibebankan bunga, tahun depan nanti naik ke tiga persen,” tegas Maman.

Pihaknya juga meminta pihak perbankan untuk mengidentifikasi mana-mana saja pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

“Dari 193 ribu ini yang dia sudah betul-betul tidak punya kemampuan membayar, tetapi ada juga yang memang masih punya kemampuan membayar,” kata Maman.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution akan mempercepat proses sinkronisasi data UMKM di Sumut antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurutnya, data tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir Maret 2026 agar program bantuan dapat segera direalisasikan.

“Untuk itu, seminggu ini memastikan data dan angka yang tadi disampaikan, baik yang kami sampaikan, dari daerah, dari perbankan, dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan Kementerian,” tuturnya.

Gubernur juga menyampaikan, banyak pelaku UMKM terdampak bencana di Sumut tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga lokasi usaha serta peralatan produksi.

“Selain tempat tinggal, tempat usaha adalah salah satu yang banyak terdampak, alat-alat produksi juga banyak yang terdampak. Nah ini persoalan kedua banyak terdampak setelah kerusakan bangunan. Memang saat ini di daerah terdampak bencana ekonomi sedang bangkit,” jelas Bobby. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengamat : Menteri Perdagangan Pelihara Monopoli, Suburkan Impor Ilegal

20 April 2026 - 13:14 WIB

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Trending di Ekbis