JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih relatif stabil meskipun harga minyak mentah dunia mengalami gejolak. Pemerintah, menurutnya, masih memiliki ketahanan fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk merespons tekanan kenaikan harga minyak global.
Purbaya menyatakan bahwa APBN masih mampu menahan dampak kenaikan harga minyak dunia agar tidak langsung memengaruhi harga BBM di dalam negeri. Namun, ia tidak merinci sampai kapan kemampuan tersebut dapat bertahan jika harga minyak terus berada di atas asumsi makro pemerintah.
“Kalau saya, tahan terus,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan kepada wartawan. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan ketersediaan BBM di dalam negeri serta mendorong upaya penghematan konsumsi BBM.
Menurut Airlangga, langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia yang dipicu gangguan distribusi minyak mentah di kawasan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Presiden telah memberikan arahan terkait dampak konflik di Timur Tengah untuk mempercepat ketersediaan BBM serta mengambil langkah penghematan konsumsi BBM,” kata Airlangga. (Fj)







