SERANG | Harian Merdeka
Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Serang berakhir penuh haru di Masjid Jami’ Al-Barokah, Pelamunan, Kramatwatu, Senin, 16 Maret 2026. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah turun langsung menyapa warga sekaligus menyalurkan bantuan sosial dan santunan kematian senilai Rp40 juta.
Kunjungan ini menjadi titik terakhir dari total 10 lokasi Safari Ramadan yang digelar pemerintah daerah sepanjang bulan suci. Sejak sore hari, ratusan warga telah memadati area masjid untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan bertemu langsung dengan kepala daerahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat saat bupati tiba. Warga dari berbagai usia berdiri di sepanjang halaman masjid, berharap dapat bersalaman dan berbincang langsung.
Dalam sambutannya, Zakiyah mengaku bersyukur dapat bertemu masyarakat tanpa sekat formalitas. Ia menyebut Safari Ramadan sebagai momentum penting untuk mendengar aspirasi warga secara langsung.
“Ini menjadi hikmah besar bagi saya. Ramadan memberi kesempatan untuk bertemu langsung dan melihat kondisi masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan program tersebut diterima dengan baik. Ia menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat.
Selain bersilaturahmi, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan sosial hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Serang dan sejumlah lembaga mitra. Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap kunjungan kami menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan bantuan sosial secara langsung kepada warga,” kata Zakiyah.
Pada penutupan kali ini, penerima bantuan meliputi anak yatim, santri tahfiz, guru ngaji, guru madrasah, pengurus masjid, pemandi jenazah, hingga majelis taklim. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan menjelang Idulfitri.
Zakiyah menilai Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat menjaga semangat berbagi agar terus hidup setelah bulan puasa berakhir.
“Saya yakin bantuan ini bermanfaat. Gunakan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Momen paling menyentuh terjadi saat penyerahan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. Salah satu keluarga menerima santunan sebesar Rp42 juta sebagai ahli waris pekerja yang meninggal dunia saat masih aktif bekerja.
Bupati menjelaskan santunan tersebut merupakan bagian dari program perlindungan tenaga kerja, termasuk bagi pekerja informal yang telah didaftarkan pemerintah daerah. (Egi)







