Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 5 Mei 2026 14:44 WIB ·

CBA Endus Bancakan Rp100 M Kemensos: Ironi Sepatu Mahal di Masa Krisis.


CBA Endus Bancakan Rp100 M Kemensos: Ironi Sepatu Mahal di Masa Krisis. Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Di saat jutaan orang tua di pelosok negeri memutar otak demi sekadar membeli satu liter beras, Kementerian Sosial (Kemensos) justru tengah bersiap mengalokasikan anggaran fantastis untuk pengadaan sepatu. Berdasarkan penelusuran dokumen SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) LKPP, ditemukan deretan angka yang mengoyak nalar publik di tengah masa ekonomi sulit.

Bayangkan seorang buruh tani yang upah hariannya tak sampai lima puluh ribu rupiah. Untuk membelikan sepasang sepatu sekolah anaknya, ia harus menabung berbulan-bulan. Namun, di gedung megah Kemensos, angka-angka belanja melompat tanpa rasa iba. Total anggaran untuk berbagai jenis sepatu ini menembus angka di atas Rp100 miliar, dengan harga satuan yang mencengangkan: Rp700.000 per pasang.

Data yang Menyesakkan Dada
Berdasarkan tangkapan layar web LPSE yang dianalisis, berikut adalah rincian pengadaan yang menjadi sorotan:

  • Sepatu Sekolah (Perlengkapan Siswa): Pagu Rp27.541.500.000
  • Sepatu PDL (Perlengkapan Siswa): Pagu Rp27.541.500.000
  • Sepatu Dinas Guru: Pagu Rp5.570.600.000
  • Sepatu Olahraga Siswa: Pagu Rp19.672.500.000

Harga satuan Rp700 ribu untuk pengadaan massal puluhan ribu pasang sepatu dianggap tidak lazim. Harga tersebut setara dengan harga retail merek ternama di mall-mall besar Jakarta, sebuah kemewahan yang jauh dari jangkauan masyarakat penerima bansos.

CBA: “Aroma Mark-Up Menyengat”
Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, melontarkan kritik pedas. Ia menilai anggaran ini sebagai bentuk ketidakpedulian birokrasi terhadap penderitaan rakyat.

“Ini terlalu, Di saat rakyat susah cari makan, Kemensos malah sibuk belanja sepatu mewah. Harga 700 ribu itu sangat tidak masuk akal untuk pengadaan massal. Ini aroma mark-up nya sangat menyengat. KPK jangan cuma diam nonton drama ini, harus segera turun tangan!” tegas Uchok.

Uchok juga mempertanyakan urgensi pengadaan yang dipusatkan di Sekretariat Jenderal tersebut. Menurutnya, pengadaan dalam jumlah masif seharusnya mendapatkan harga grosir yang jauh lebih murah, bukan malah mengikuti harga pasar tertinggi. “Jangan-jangan ini hanya proyek bagi-bagi ‘kue’ di tengah penderitaan rakyat,” tambahnya getir.

Bayang-bayang Masa Lalu
KPK sendiri telah memberikan peringatan keras. Mengingat sejarah kelam korupsi bantuan sosial yang pernah mengguncang institusi ini, setiap rupiah yang keluar kini berada di bawah mikroskop publik. Meski Menteri Sosial, Gus Ipul, telah memberikan klarifikasi, namun pembelaan teknis apapun terasa hambar bagi mereka yang hari ini tidak tahu esok harus makan apa.

Sepasang sepatu Rp700 ribu mungkin akan mengkilap di kaki penerima manfaat yang terpilih, namun bagi jutaan rakyat lainnya, itu adalah simbol ketimpangan yang amat melukai. Uang pajak rakyat seharusnya digunakan untuk menyambung hidup, bukan untuk membiayai pengadaan yang penuh tanda tanya besar. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menkeu Purbaya Tegaskan akan Copot Dua Pejabat Terkait Restitusi Pajak

5 Mei 2026 - 15:25 WIB

Pengamat ke Presiden Prabowo: Copot Bahlil, Rakyat Tercekik BBM Naik!

5 Mei 2026 - 15:05 WIB

PLN Rawat PLTG Gunungsitoli Idanoi 8–11 Mei, Warga Diminta Hemat Listrik di Jam Ini

5 Mei 2026 - 14:53 WIB

7 Hari Disisir, Otiaro Gea Hilang Diterkam Buaya di Perairan Nias Utara

5 Mei 2026 - 14:51 WIB

Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Gunungsitoli Dilatih Jadi Petani Andal

5 Mei 2026 - 14:21 WIB

Harga Pangan Naik, Rakyat Tercekik: Saatnya Mendag Budi Santoso Mundur!

5 Mei 2026 - 14:10 WIB

Trending di Nasional