Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 8 Mei 2026 15:53 WIB ·

Gema Kosgoro: M. Qodari Baru Dilantik Bakom Sudah Bikin Gaduh, Copot


Gema Kosgoro: M. Qodari Baru Dilantik Bakom Sudah Bikin Gaduh, Copot Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Langkah Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), M. Qodari, yang baru saja dilantik, menuai gelombang kritik tajam. Alih-alih membangun sinergi komunikasi publik yang sehat, Qodari justru dianggap memulai masa jabatannya dengan menciptakan kegaduhan lewat klaim kemitraan sepihak dengan sejumlah media digital independen atau new media.

Sejumlah media besar seperti Narasi, NKSTHI, hingga berbagai komunitas homeless media secara tegas membantah pernyataan Qodari yang mencatut nama mereka sebagai mitra pemerintah dalam New Media Forum. Penolakan masif ini memicu pertanyaan publik mengenai validitas data dan etika komunikasi yang diusung oleh Bakom RI di bawah kendalinya.

Gebrakan Kosong dan Minim Rekam Jejak
Wakil Ketua Umum DPN Gema Kosgoro, Agus Syafrudin menyoroti rekam jejak Qodari yang dinilai tidak memiliki prestasi menonjol saat berada di Kantor Staf Presiden (KSP). Menurutnya, penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom seharusnya dibuktikan dengan strategi komunikasi yang substansial, bukan sekadar klaim yang berujung pada bantahan publik.

“Publik sulit melihat apa kinerja nyata Qodari saat di KSP. Begitu menjabat Kepala Bakom, bukannya membuat sistem informasi yang kredibel, malah membuat gebrakan yang kontraproduktif. Mencatut nama media independen tanpa konfirmasi itu bukan prestasi, itu blunder fatal yang memalukan lembaga kepresidenan,” tegas Agus Syafrudin

Desakan Evaluasi Jabatan
Gema Kosgoro, menilai tindakan Qodari telah mencederai integritas profesi jurnalisme dan independensi media. Agus Syafrudin menganggap Qodari gagal memahami peta media digital di Indonesia dan cenderung menggunakan pola-pola klaim lama yang sudah tidak relevan.

“Saudara Qodari ini baru dilantik, tapi sudah memicu kegaduhan luar biasa. Klaim-klaim sepihak ini menunjukkan ada ambisi untuk terlihat bekerja, namun caranya serampangan. Gema Kosgoro mendesak agar posisi ini dievaluasi kembali. Jangan sampai Bakom RI hanya dijadikan alat untuk menyebar klaim tak berdasar yang justru merusak hubungan pemerintah dengan media,” ujar Agus saat ditemui wartawan.

Bantahan Keras Media Digital
Isu ini mencuat setelah rilis resmi dari Bakom RI menyebutkan keterlibatan media-media digital dalam program pemerintah. Tak lama berselang, redaksi media yang bersangkutan memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah diajak berkomunikasi, apalagi menyetujui untuk menjadi mitra resmi pemerintah.

Penolakan dari Narasi dan NKSTHI menjadi simbol bahwa media digital saat ini sangat menjaga jarak dengan kekuasaan demi mempertahankan independensi. Tindakan mencatut nama-nama tersebut dianggap sebagai bentuk upaya “penjinakan” media yang gagal total.

Kegaduhan yang ditimbulkan oleh M. Qodari di awal masa jabatannya menjadi sinyal merah bagi efektivitas Bakom RI ke depan. Tanpa adanya evaluasi dan perbaikan pola komunikasi, lembaga ini dikhawatirkan hanya akan menjadi pabrik klaim yang kehilangan kepercayaan di mata publik dan pelaku industri media digital. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Suhud Diharapkan Bawa DPRD DKI Bergigi Dan Tak Lembek

6 Mei 2026 - 22:50 WIB

Beda Pendapat Politik, Ketua DPW PSI Maluku Pindah ke Nasdem

5 Mei 2026 - 15:30 WIB

Pro Kontra Ambang Batas Parlemen Berbasis Kursi: Antara Efisiensi Kerja dan Representasi Rakyat

5 Mei 2026 - 15:16 WIB

Forsiber Desak DPR Panggil BGN Terkait Laporan Le Monde

4 Mei 2026 - 12:54 WIB

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Trending di Politik