Sleman | Harian Merdeka
Dukungan terhadap Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengemuka dalam Forum Dialog Kebangsaan Kader NU yang digelar di Pondok Pesantren milik Gus Muwafiq di Minggir, Yogyakarta.
Forum bertajuk “Gus Muhaimin Iskandar, Solusi Kepemimpinan Reformis untuk Mengembalikan Marwah Organisasi Nahdlatul Ulama” itu menjadi ruang konsolidasi sekaligus deklarasi dukungan kepada Cak Imin menjelang Muktamar NU mendatang
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, Gus Maftuh. Ia menilai Nahdlatul Ulama membutuhkan sosok pemersatu yang mampu menjaga arah perjuangan organisasi sesuai nilai-nilai para muassis serta memperkuat komitmen terhadap Khittah NU 1926.
Menurut Gus Maftuh, forum yang digelar di Pondok Pesantren Minggir memiliki makna historis karena tempat tersebut memiliki jejak dalam perjalanan reformasi nasional. Ia menyebut momentum saat ini menjadi kesempatan untuk mendorong pembaruan di tubuh organisasi agar kembali berfokus pada nilai-nilai dasar perjuangan NU.
“Diskusi di Pondok Pesantren Minggir ini bukan sekadar forum biasa. Tempat ini memiliki jejak sejarah perjuangan. Gus Muwafiq sebagai salah satu pemrakarsa Reformasi 1998 ikut menggerakkan perubahan bangsa. Hari ini, tahun 2026, saatnya menginisiasi reformasi di tubuh PBNU agar kembali kepada Khittah 1926,” ujar Gus Maftuh, Minggu (31/5/2026).
Ia menegaskan dukungan kepada Muhaimin Iskandar tidak hanya bertumpu pada faktor figur, melainkan pada harapan hadirnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen Nahdliyin, mulai dari kalangan pesantren, generasi muda, hingga warga akar rumput.
Gus Maftuh juga menilai PBNU perlu memperkuat fokus pada bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan umat, dan pelestarian tradisi Islam Nusantara yang moderat. Dalam pandangannya, Muhaimin Iskandar memiliki rekam jejak yang konsisten dalam mendampingi serta membantu pesantren di berbagai situasi.
“Selama ini hanya Cak Imin yang konsisten dan istiqamah membantu serta merawat pondok pesantren, termasuk ketika pesantren menghadapi berbagai tantangan. Itu merupakan wujud kepedulian yang lahir dari kedekatan ideologis maupun biologis dengan NU dan pesantren. Karena itu, Gus Muhaimin Iskandar sangat tepat menjadi Ketua Umum PBNU,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Maftuh juga mendeklarasikan Forum Pecinta Gus Muhaimin Iskandar (FPGMI) sebagai wadah dukungan terhadap pencalonan Cak Imin dalam Muktamar NU mendatang.
Forum dialog itu turut dihadiri sejumlah tokoh pesantren dan aktivis Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya menjaga marwah organisasi agar tetap berpijak pada kepentingan umat dan bangsa.
Dalam forum yang sama, Gus Muwafiq disebut menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjaga PBNU tetap berada pada jalur perjuangan organisasi. Menurutnya, Muhaimin Iskandar memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.
Menjelang Muktamar NU ke-35, Gus Maftuh berharap agenda tersebut tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap arah perjuangan organisasi ke depan.
Ia juga menyampaikan aspirasi sejumlah kiai kampung dan warga Nahdliyin agar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), maupun Muktamar NU dapat diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, pesantren merupakan basis utama lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama. Karena itu, penyelenggaraan agenda-agenda strategis organisasi di pesantren dinilai selaras dengan semangat mengembalikan NU kepada Khittah 1926.
“NU didirikan oleh para ulama dengan pengorbanan besar. Maka semangat perjuangan itu harus dijaga. Jangan sampai NU kehilangan ruh perjuangannya sendiri,” kata Gus Maftuh. (Egi)







