Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 22 Jun 2026 12:20 WIB ·

Sengkarut Pemadaman Listrik, YLKI Desak Presiden Prabowo Turun Tangan


Sengkarut Pemadaman Listrik, YLKI Desak Presiden Prabowo Turun Tangan Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak PT PLN (Persero) segera menghentikan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

YLKI menilai pemadaman berulang ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bukti lemahnya manajemen risiko dan tata kelola pelayanan yang secara langsung merugikan hak ekonomi konsumen.

Organisasi perlindungan konsumen ini menegaskan siap menempuh jalur hukum jika korporasi setrum negara tersebut tidak segera melakukan perbaikan sistemik terhadap keandalan pembangkit dan jaringan distribusinya.

YLKI mengingatkan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menopang seluruh aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga kesehatan. Ketika pemadaman terjadi, hak konsumen atas kepastian pelayanan otomatis terabaikan.

YLKI menyoroti kewajiban PLN dalam memenuhi standar Tingkat Mutu Pelayanan yang diatur oleh regulasi. Lembaga ini menuntut akuntabilitas PLN dalam memberikan ganti rugi kepada masyarakat terdampak tanpa mempersulit prosedur administrasi.

“Apabila durasi dan frekuensi pemadaman telah memenuhi ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025, maka hak konsumen atas kompensasi harus diberikan secara transparan dan otomatis, bukan menunggu masyarakat mengajukan keluhan,” tegas YLKI dalam siaran persnya, dikutip Senin, 22 Juni 2026.

Menurut YLKI, konsumen tidak boleh terus-menerus diposisikan sebagai pihak yang menanggung kerugian akibat rapuhnya sistem kelistrikan nasional. PLN berkewajiban penuh memastikan pelayanan andal sesuai standar mutu baku yang ditetapkan pemerintah.

Mengingat masalah keandalan listrik menyangkut hajat hidup orang banyak, YLKI meminta intervensi langsung dari kepala negara agar krisis energi tidak meluas menjadi krisis ekonomi.

“Presiden Prabowo perlu turun tangan memastikan ketahanan energi menjadi agenda strategis nasional. Negara tidak boleh hanya hadir ketika krisis terjadi, tetapi harus hadir melalui kebijakan yang mampu mencegah terjadinya krisis,” tulis YLKI.

Sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan, YLKI menyatakan dukungannya terhadap rencana taktis pemerintah yang ingin menggenjot kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW.

Diversifikasi energi ke sektor energi baru terbarukan (EBT) ini dinilai sebagai langkah strategis agar masyarakat memiliki alternatif pasokan listrik dan tidak ketergantungan pada satu sumber tunggal.

“Energi terbarukan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari perlindungan konsumen,” tambah YLKI.

Jika PLN gagal melakukan pembenahan kualitas pelayanan dan mengabaikan hak konsumen dalam waktu dekat, YLKI memastikan akan segera mengambil langkah hukum formal demi memperjuangkan kepentingan serta ruang hidup masyarakat pengguna listrik nasional.(Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Cisauk Salurkan Paket Sembako untuk Mahasiswa Perantau, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80

22 Juni 2026 - 14:44 WIB

Wamensos Agus Jabo: Saya Gunakan Jabatan untuk Bebaskan Rakyat dari Penindasan

22 Juni 2026 - 12:23 WIB

Dinilai Tak Patut, MataHukum Desak Pencopotan Kepala BGN Nanik S Deyang

22 Juni 2026 - 11:14 WIB

Walikota Tangsel Benyamin Ingatkan Peningkatan Literasi Digital Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak

21 Juni 2026 - 21:39 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, FWK Desak Polri Kembalikan Rasa Aman Masyarakat

18 Juni 2026 - 14:44 WIB

Trending di Nasional