Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 2 Jul 2026 13:31 WIB ·

Irma Suryani: Perbanyak RS Mitra Cath Lab BPJS untuk Tekan Risiko Jantung


Irma Suryani: Perbanyak RS Mitra Cath Lab BPJS untuk Tekan Risiko Jantung Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang masih terbatas di rumah sakit mitra BPJS Kesehatan menjadi perhatian Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Irma Suryani. Menurutnya, perluasan layanan Cath Lab sangat penting untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan di Indonesia.

Cath Lab BPJS menjadi salah satu isu yang disampaikan Irma Suryani saat mengikuti kunjungan kerja BURT DPR RI ke RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

Irma menjelaskan bahwa keberadaan Cath Lab tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penanganan pasien penyakit jantung, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini terhadap berbagai gangguan pada jantung.

“Padahal Cath Lab merupakan salah satu alat yang juga dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit jantung,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima aspirasi dari sejumlah rumah sakit di berbagai daerah yang mengalami kendala dalam menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk penyediaan layanan Cath Lab.

Menurut Irma, persoalan tersebut perlu segera mendapat perhatian karena berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung yang memadai.

Ia menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut agar menjadi perhatian dalam pembahasan kebijakan ke depan. Menurutnya, semakin banyak rumah sakit yang dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, maka semakin luas pula akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung.

Irma juga menilai kebijakan pembangunan layanan kesehatan selama ini masih lebih banyak berorientasi pada tindakan kuratif atau pengobatan setelah seseorang sakit. Padahal, upaya promotif dan preventif dinilai jauh lebih efektif dalam menekan risiko penyakit sekaligus mengurangi angka kesakitan dan kematian.

Menurut legislator Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II itu, apabila deteksi dini terus diperkuat melalui dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, maka kebutuhan terhadap tindakan kuratif di masa mendatang dapat ditekan.

Karena itu, Irma berharap pemerintah bersama BPJS Kesehatan dapat memperluas kerja sama dengan rumah sakit dalam penyediaan layanan Cath Lab. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat strategi pencegahan penyakit jantung agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan yang cepat, mudah, dan terjangkau. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Data Mengejutkan Komisi I DPRD: 130 Klinik di Kabupaten Bogor Terkendala Izin Operasional

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Charles Honoris Kritik Menkes: Makan Bergizi Gratis Pasien TBC Tak Masuk Akal

25 Juni 2026 - 11:35 WIB

RI Masuk 10 Besar ‘Zero Dose’ Dunia, Irma Suryani Sentil Menkes Soal Imunisasi

23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

21 Juni 2026 - 21:42 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gandeng Dinkes, WBP Diberi Edukasi Virus Hanta dan Pemeriksaan Kesehatan

9 Juni 2026 - 11:14 WIB

Trending di Kesehatan