Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 25 Okt 2023 19:38 WIB ·

PD Pasar NKR Ngaku Hormati Proses Hukum, Hanya Mematok


PD Pasar NKR Ngaku Hormati Proses Hukum, Hanya Mematok Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Perseteruan pedagang Pasar Kutabumi dengang Perumda Pasar Niaga Kerta Rahardja (NKR) makin memanas. Kali ini PD Pasar didukung penuh Pj Bupati dengan mengerahkan aparat Satpol PP dan Kapolresta yang sampai menerjunkan water cannon.
“Lihat saja sendiri mas, kami rakyat kecil di tindas sudah seperti musuh mereka saja, sampai didorong ada yang dipiting aparat sampai di semprot air,” kata Prihadi pedagang pasar Kutabumi.
Menurut Prihadi, sebagai aparat penegak hukum aparat kepolisian harusnya melindungi para pedagang, bukanya malah memusuhi pedagang.

Status Pasar Kutabumi ini, lanjutnya, masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang. Hal itu terkait gugatan class action dengan Nomor Perkara : 858/PDT.G/2023/PN.TNG.

Prihadi mengungkapkan, penolakan pemasangan plang ini karena status pasar ini masih berpenjara di pengadilan. Seharusnya Perumda Niaga Kerta Raharja, Pj Bupati dan Kapolresta menghornati proses hukum.

“Mereka kan tau hukum dan penegak hukum, apabila sudah inkrah (putusan pengadilan, Red) silahkan saja, kami tidak akan menghalangi. Kami hanya memohon untuk menghornati hukum,” ungkapnya dengan wajah kecewa.

Ditempat terpisah Badan Pengawas (Bawas) PD Pasar NKR Cecep Jamaludin menegaskan pihaknya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami hanya memasang plang di atas tanah kami yang sudah ada sertifikatnya, apakah salah. Kami bukan ingin segera membangun dan kami sangat menghormati proses hukum yang berjalan, dengan menunggu hasilnya atau sudah inkrah,” tegas Cecep. (ard/brc)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Produksi Solid Kuartal I 2026, PKT Catat Capaian 2,14 Juta Ton

29 April 2026 - 16:50 WIB

Forum Pemred Multimedia dan MitMe.id Jalin Kerjasama Strategis Monetisasi dan Penguatan Brand Media Nasional dan Daerah

28 April 2026 - 13:22 WIB

Pemerintah Genjot Digitalisasi Koperasi Desa

27 April 2026 - 13:33 WIB

Lurah Dedi : Koperasi Merah Putih Jurangmangun Barat Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

24 April 2026 - 13:42 WIB

DJP Gencar Kejar Pajak di Sektor Digital, Jam Tangan hingga Rumah Mewah

21 April 2026 - 17:11 WIB

Bahlil Tegaskan Harga LPG 3 Kg Tetap Stabil

21 April 2026 - 16:39 WIB

Trending di Ekbis