Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 5 Mar 2026 16:26 WIB ·

Analisis Pemilu 2029: Langkah Diplomasi Global Prabowo Jadi “Simalakama” di Mata Pemilih Religius


Analisis Pemilu 2029: Langkah Diplomasi Global Prabowo Jadi “Simalakama” di Mata Pemilih Religius Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengamat politik Universitas Terbuka (UT) Insan Praditya Anugrah menilai bahwa
perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di kawasan Asia Barat telah menjadikan dunia menghadapi ketidakpastian.

Insan menyebutkan, bagi Indonesia, ada dua aspek yang berpengaruh. Yang pertama adalah aspek politik, di mana dengan pembunuhan pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei serta penyerangan masyarakat sipil oleh militer Amerika Serikat dan Israel yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan orang meninggal dunia di Iran, menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel adalah negara yang selama ini menjadi penyebab dari kekacauan dunia.

” Oleh karena itu, langkah Indonesia yang bergabung dengan Board of Peace kemudian kembali dipertanyakan oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam,” kata Insan kepada Harian Merdeka, Kamis (5/3/2026).

“Kita dapat melihat bahwa Majelis Ulama Indonesia telah mengambil sikap yang mengimbau agar Rezim Prabowo mengeluarkan Indonesia dari board of peace karena board of peace sendiri terbukti tidak melakukan apa-apa untuk perdamaian Gaza, bahkan inisiatornya, yakni Amerika Serikat, serta anggotanya, yakni Israel, merupakan inisiator dari kekacauan yang terjadi di dunia,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, kita bisa lihat bahwa pembalasan Iran ke berbagai negara di Asia Barat bukanlah tanpa alasan, namun merupakan respons dari serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, legitimasi Prabowo sendiri di mata umat muslim Indonesia yang sebelumnya baik, saat ini mulai hilang terutama sejak Prabowo Subianto bergabung dengan board of peace yang identik dengan inisiatif Amerika Serikat. Hal ini bisa berdampak pada popularitas Prabowo di mata mayoritas muslim di Pemilu 2029″.

“Adapun dampak perekonomian adalah naiknya harga komoditas minyak bumi yang apabila dibiarkan dapat mengganggu kestabilan harga komoditas lainnya, termasuk bahan-bahan pokok dan juga komoditas-komoditas lainnya,” ungkapnya.

Kenaikan harga ini dapat memicu inflasi lebih jauh dan jatuhnya nilai rupiah. Oleh karena itu, pemerintah harus bergerak cepat, tidak hanya menambah porsi impor bahan bakar minyak dari Amerika Serikat, namun juga mengadakan kerjasama dengan negara Rusia untuk impor minyak dan gas.

” Sebab kita tahu, Rusia saat ini sedang membutuhkan dana untuk Perang Ukraina, di sana kita dapat memainkan negosiasi lebih untuk meminta harga murah dari bahan bakar, minyak, dan gas yang diproduksi oleh Rusia,” pungkasnya.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jawab Pengunduran Kader PKN, Denny Charter : Kami Fokus 2029

12 April 2026 - 21:23 WIB

SIAGA 98 Tolak Ajakan Saiful Mujani Untuk Menjatuhkan Prabowo Subianto

8 April 2026 - 16:15 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Pengamat: Rencana Lama Kini Masuk Momentum yang Tepat

8 April 2026 - 16:08 WIB

Pimpinan MPR Nilai Kepastian Pemerintah soal Harga BBM Berdampak Positif

1 April 2026 - 11:13 WIB

Bahlil Lepas 1.000 Pemudik Golkar: Lebaran Lebih Bermakna di Kampung Halaman

17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Reformasi Bea Cukai: Dirjen Harus Segera Dicopot

17 Maret 2026 - 13:24 WIB

Trending di Ekbis