Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 8 Apr 2026 16:13 WIB ·

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Desak BPJS Ketenagakerjaan Strategi Konkret Dalam Tingkatkan Perlindungan Pekerja


Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Desak BPJS Ketenagakerjaan Strategi Konkret Dalam Tingkatkan Perlindungan Pekerja Perbesar

JAKARTA I Harian Merdeka

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, mendesak BPJS Ketenagakerjaan menyusun strategi konkret serta terukur dalam meningkatkan cakupan perlindungan pekerja, khususnya di sektor formal dan informal.

“Saya ingin nanti di pertemuan kedua, Bapak sampaikan secara komprehensif, apa strategi peningkatan cakupan kepesertaan nasional,” tegas Irma dalam RDP Komisi IX DPR dengan Dirut dan Dewas BPJS Ketenagakerjaan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menekankan bahwa kejelasan target kepesertaan menjadi kunci, termasuk bagaimana menjangkau pekerja sektor informal yang selama ini masih rendah perlindungannya.

Selain itu, Irma juga meminta adanya inovasi program yang relevan serta transformasi digital layanan untuk mempermudah akses masyarakat.

Menurutnya, strategi pendanaan jaminan sosial juga harus dirancang secara berkelanjutan, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran negara saat ini.

“Strategi berkelanjutan pendanaan jaminan sosial dalam situasi efisiensi hari ini seperti apa?” ujar legislator Fraksi Partai NasDem itu.

Irma turut menyoroti pentingnya peningkatan kepatuhan pemberi kerja serta perbaikan kualitas pelayanan dan proses klaim bagi peserta.

Ia menilai, aspek-aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Literasi masyarakat terhadap manfaat program juga masih terbatas,” kata Irma, seraya mendorong adanya upaya edukasi yang lebih masif kepada publik.

Di sisi lain, ia mengakui keterbatasan ruang fiskal pemerintah dalam mendorong skema seperti halnya Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada BPJS Kesehatan.

“Kalau lihat APBN kita kan belum mungkin, karena situasi ekonomi dunia juga berimbas kepada kita,” ujarnya.

Irma menegaskan bahwa Komisi IX akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan perlindungan pekerja berjalan optimal. Ia berharap BPJS Ketenagakerjaan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif dan berdampak nyata bagi pekerja Indonesia.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Gunungsitoli Rayakan HBP ke-62 Lewat Aksi Bersih Fasilitas Umum

12 April 2026 - 21:38 WIB

Diskusi ART dan Kedaulatan Media: Keterbukaan Perdagangan Harus Sejalan dengan Perlindungan Pers Nasional

12 April 2026 - 21:16 WIB

Lapas Gunungsitoli Perkuat Disiplin Petugas, Tegaskan Larangan Judi Online

10 April 2026 - 12:29 WIB

Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Lukai Jutaan Guru Honorer, BaraNusa: Efisiensi Anggaran Cuma Omong Kosong, Bubarkan MBG

10 April 2026 - 11:31 WIB

Petugas Lapas Gunungsitoli Ikuti Penguatan Fungsi Pengamanan dan Intelijen

10 April 2026 - 11:28 WIB

Pemprov Banten Tetapkan 11 WPR di Lebak dan Pandeglang, Tambang PT Dilarang Masuk

10 April 2026 - 11:25 WIB

Trending di Nasional