Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 17 Nov 2025 12:18 WIB ·

Anggota Komisi IX DPR Minta Kemenkes Cek Pelayanan RS Sari Asih Cipondoh Soal Anak Penderita Campak disuruh Pulang


Anggota Komisi IX DPR Minta Kemenkes Cek Pelayanan RS Sari Asih Cipondoh Soal Anak Penderita Campak disuruh Pulang Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Pelayanan Ruma Sakit (RS) Sarih Asih Cipondoh, Kota Tangerang, menjadi sorotan Anggota Komisi IX DPR RI.Setelah adanya keluhan salah satu keluarga pasien setelah seorang anak penderita campak terpaksa dibawa pulang lantaran tidak mendapatkan kamar perawatan.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani mengaku kecewa jika benar pelayanan Rumah Sakit Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang menyepelekan pasien penyakit cacar untuk pulang.

“Saya sudah laporkan kepada Kemenkes terkait pelayanan RS Sari Asih, alhamdulillah bu Irjend langsung merespons dan akan mengecek secara langsung ke RS tersebut agar tidak terjadi lagi pelayanan publik RS yang mengabaikan hak pelayanan kesehatan rakyat,” kata Irma kepada Harian Merdeka, Senin (17/11/2025).

Irma menegaskan bahwa Rumah Sakit tidak boleh mengabaikan kebutuhan rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Harapan saya sebagai wakil rakyat tentu Rumahsakit tidak boleh lagi ada yg mengabaikan kebutuhan rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkas Irma.

Sebelumnya, Heri, warga RT 01 RW 09 Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, yang merupakan ayah dari pasien bernama Arkana Rizki, menyampaikan keluhannya kepada keluarga. Ia bercerita, pada Kamis (14/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, dirinya membawa sang anak yang tengah demam ke RS Sari Asih Cipondoh. Setibanya di poli anak, petugas medis memeriksa kondisi Arkana dan menyatakan bahwa ia mengalami campak.

Namun, menurut Heri, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa dokter spesialis telah pulang dan kamar rawat inap khusus campak dalam keadaan penuh. Pihak rumah sakit hanya menyarankan agar mereka menunggu hingga pukul 21.00 WIB untuk kemungkinan ketersediaan kamar, meski hal itu pun belum pasti.

“Dikarenakan dokternya sudah pulang dan tidak kebagian kamar rawat inap khusus campak, kamarnya penuh katanya. Kami disarankan menunggu sampai jam 9 malam. Itu pun belum pasti ada kamar,” ujar Heri kepada keluarganya.

Wilki, paman pasien yang akrab disapa Qinoy, turut mengisahkan kembali kejadian tersebut. Karena kondisi pasien yang semakin lemah dan informasi yang dianggap membingungkan, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Arkana. Pihak rumah sakit hanya memberikan obat dan menyarankan agar pasien langsung dibawa ke IGD jika kondisi memburuk.

“Karena merasa ragu dengan informasi yang diberikan pihak RS, akhirnya pasien dibawa pulang. Sementara untuk berjaga-jaga, pasien diberi obat dan diberitahu kalau keadaan gawat darurat bisa langsung ke IGD,” tutur Qinoy, Jumat (14/11/2025) malam.

Menurutnya, situasi ini membuat sang ayah terpukul, terlebih ibu Arkana telah meninggal dunia saat sang anak masih berusia 40 hari, juga di RS Sari Asih. Hal tersebut membuat ayah pasien kembali teringat musibah terdahulu.

“Sekarang anaknya dirawat seadanya di rumah,” tambahnya.

Qinoy menyayangkan pelayanan yang ia nilai kurang optimal, terlebih pasien merupakan warga Cipondoh Makmur yang berada tidak jauh dari rumah sakit tersebut.

“Yang saya kecewa itu, ponakan saya ini warga Cipondoh Makmur. Harapannya kan kalau rumah sakit dekat, pelayanannya juga optimal. Saya mau sampaikan ini ke para tokoh lingkungan supaya jadi masukan, bukan dianggap nyinyir,” ujarnya.

Ia juga berharap RS Sari Asih Cipondoh dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat sekitar.

“Katanya punya keluarga mantan orang nomor satu di kota, masa sih masih ada jawaban dokter sudah pulang dan kamar tidak tersedia. Apa karena pasien pakai BPJS?” pungkasnya.

Sementara pihak RS.Sari Asih Cipondoh belum dapat dimintai keterangannya. (Agus Irawan).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Data Mengejutkan Komisi I DPRD: 130 Klinik di Kabupaten Bogor Terkendala Izin Operasional

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Irma Suryani: Perbanyak RS Mitra Cath Lab BPJS untuk Tekan Risiko Jantung

2 Juli 2026 - 13:31 WIB

Charles Honoris Kritik Menkes: Makan Bergizi Gratis Pasien TBC Tak Masuk Akal

25 Juni 2026 - 11:35 WIB

RI Masuk 10 Besar ‘Zero Dose’ Dunia, Irma Suryani Sentil Menkes Soal Imunisasi

23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Komika Rigen Sembuh dari Batu Ginjal Tanpa Sayatan Berkat Teknologi Robot Zamenix di RS Mandaya Royal Puri

21 Juni 2026 - 21:42 WIB

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Trending di Kesehatan