Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 7 Jul 2026 16:17 WIB ·

Bahas Harga Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Menteri ESDM: Harus Saling Menguntungkan


Bahas Harga Ekspor Listrik Hijau ke Singapura, Menteri ESDM: Harus Saling Menguntungkan Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan sedang berlangsung negosiasi terkait harga listrik hijau yang akan diekspor oleh Indonesia ke Singapura, agar memberikan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua negara.

“Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Bahlil mengingatkan bahwa regulasi Indonesia menempatkan kewenangan penentuan harga listrik berada pada pemerintah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia menginginkan kesepakatan yang tidak hanya membuka peluang ekspor energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua negara.

“Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu,” kata dia.

Bahlil menilai perkembangan kerja sama antara Indonesia dengan Singapura berlangsung dengan positif, meskipun proses negosiasi belum sepenuhnya selesai.

Rencana perdagangan listrik lintas batas menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Namun, penyelesaian negosiasi harga tetap menjadi penentu agar kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan.

Kesepakatan harga yang seimbang dinilai penting agar ekspor listrik tidak hanya menjadi transaksi komersial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia serta mendukung keberlanjutan kerja sama energi dengan Singapura.

Kerja sama ekspor listrik hijau merupakan kelanjutan dari kerja sama sektor energi yang telah disepakati sejak tahun lalu. Selain ekspor listrik hijau, terdapat kerja sama lain yang mencakup pengembangan kawasan industri hijau, serta carbon capture and storage (CCS).

Selain sektor energi, pertemuan Indonesia dan Singapura juga membahas berbagai agenda kerja sama bilateral, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, hingga pertahanan.

Dari 26 kesepakatan yang ditandatangani, sebanyak 18 merupakan kerja sama antarpemerintah, sedangkan delapan lainnya merupakan kerja sama antarpelaku usaha. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala BNN RI Apresiasi Hibah Tanah dan Bangunan Pemprov Kalteng untuk Perkuat Pemberantasan Narkoba

22 Juli 2026 - 14:46 WIB

Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN

22 Juli 2026 - 14:34 WIB

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026 sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi Publik

21 Juli 2026 - 10:13 WIB

Trending di Nasional