Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 15 Nov 2023 18:57 WIB ·

Dadang Harap KPPU Bisa Mengawasi Menjamurnya Minimarket Sampai Tingkat Desa


Dadang Harap KPPU Bisa Mengawasi Menjamurnya Minimarket Sampai Tingkat Desa Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Anggota Komisi VI DPR RI Dadang S. Muchtar berharap anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang terpilih agar pembukaan gerai ritel minimarket
seperti Alfamart dan Indomaret dibatasi di daerah kecil atau pedesaan.

Pasalnya, mantan Bupati Karawang, ini menilai kehadiran mini market mematikan usaha kelontong warga kecil di tingkat pedesaan.

Hal itu ia sampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan anggota KPPU di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Bagaimana nanti anda mampu melaksanakan tugas yang penuh tantangan ini, tantangan tentang pelaku ekonomi ini untuk bisa menyinergikan anda sebagai pengawas, pemerintahan sebagai pemangkunya ada eksekutif, yudikatif dan sebagainya dengan legislatif mampu menjadi kesatuan?” tanya Dadang.

Pernah satu ketika saat Dadang pertama kali menjabat anggota DPR-setelah tidak menjabat Bupati Karawang, ia menyoroti kelonggaran perizinan dari pemerintah daerah (pemda) yang membuka pintu lebar-lebar kepada Alfamart dan Indomaret ke daerah mereka.

Karenanya, ia mengusulkan agar pembukaan minimarket diatur oleh pemerintah pusat.

Dadang menggambarkan apa yang terjadi saat ini, ketika banyak supermarket besar mulai membuka cabangnya di bagian-bagian terkecil masyarakat, seperti di setiap desa maupun kecamatan. Hal ini menurutnya dapat berpengaruh pada keberlanjutan pelaku ekonomi kecil seperti toko-toko kecil milik masyarakat.

“Karena sampai hari ini ketimpangan persaingan usaha itu tetap masih ada. Mungkin ini jangan basa-basi ya tetap masih ada (ketimpangan persaingan usaha). Kalau orang Jawa bilang ‘wong cilik mangane sitik, duduknya di angklik, matinya dulu’ tetap saja pelaku ekonomi kecil tergencet,” ungkap Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.(ali/jr)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Gunungsitoli Perkuat Disiplin Petugas, Tegaskan Larangan Judi Online

10 April 2026 - 12:29 WIB

Puluhan Ribu Motor Listrik MBG Lukai Jutaan Guru Honorer, BaraNusa: Efisiensi Anggaran Cuma Omong Kosong, Bubarkan MBG

10 April 2026 - 11:31 WIB

Petugas Lapas Gunungsitoli Ikuti Penguatan Fungsi Pengamanan dan Intelijen

10 April 2026 - 11:28 WIB

Pemprov Banten Tetapkan 11 WPR di Lebak dan Pandeglang, Tambang PT Dilarang Masuk

10 April 2026 - 11:25 WIB

Prabowo Optimis Indonesia Hadapi Krisis Energi Akibat Tidak Kepastian Global

10 April 2026 - 11:22 WIB

Pemerintah Tegaskan Pentingnya Penguatan AI Antisipasi Cegah Disformasi dan Risiko Siber

10 April 2026 - 11:19 WIB

Trending di Nasional