Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 6 Mei 2026 22:47 WIB ·

Laksdya Hersan Masuk Bursa Calon KSAL, Pengamat Soroti Rekam Jejak


Laksdya Hersan Masuk Bursa Calon KSAL, Pengamat Soroti Rekam Jejak Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Nama Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu dinilai sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali yang segera memasuki masa pensiun.

Informasi tersebut beredar di kalangan internal TNI Angkatan Laut. Hersan dinilai memiliki rekam jejak karier yang kuat, baik di lapangan maupun di level strategis.

Ia bukan sosok baru di lingkar kekuasaan maupun struktur militer. Selain pernah menjadi ajudan presiden, Hersan juga menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari komandan kapal perang hingga jabatan strategis di Markas Besar TNI.

Pengamat politik Adib Miftahul menilai, Hersan memiliki kombinasi pengalaman yang relatif lengkap dibandingkan perwira lainnya.

“Dia memahami operasi tempur, tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara,” kata Adib, Minggu (3/5/2026). 

Menurut Adib, kenaikan pangkat Hersan menjadi perwira tinggi bintang tiga semakin menguatkan sinyal bahwa namanya masuk dalam radar suksesi KSAL.
Sejak promosi tersebut, Hersan konsisten disebut sebagai kandidat potensial dalam bursa pimpinan TNI AL.

Meski demikian, Adib menegaskan bahwa penentuan KSAL sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI.

“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) akan menjadi pertimbangan utama,” bebernya.

Ia menambahkan, pergantian KSAL kali ini dinilai krusial di tengah meningkatnya tantangan keamanan maritim.

“Sosok yang terpilih tidak hanya harus kuat secara militer, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi dan visi strategis, terutama di kawasan Indo-Pasifik,” tegasnya. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demer Pastikan BAKN DPR RI Kawal Keandalan Listrik Bali Demi Citra Wisata Dunia

7 Mei 2026 - 13:31 WIB

Raja Pane: Ahmad Qodari Merusak Marwah Pers Nasional!

7 Mei 2026 - 13:29 WIB

Warga Pejompongan Digusur tanpaKompensasi, Walikota Jakpus Dianggap LakukanKejahatan Kemanusiaan

6 Mei 2026 - 18:19 WIB

Gubernur Sumut Resmikan Karya Bakti TNI AD di Gunungsitoli, Fokus Pemerataan Pembangunan Kepulauan Nias

6 Mei 2026 - 18:16 WIB

Diserang Berita Hoaks, Menag Nasaruddin Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 18:09 WIB

SIAGA 98 Desak KPK Selidiki Dugaan Penyimpangan Program MBG dan Praktik Monopoli Dapur SPPG

6 Mei 2026 - 17:59 WIB

Trending di Nasional