JAKARTA | Harian Merdeka
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Jordan Investment Fund (JIF), membuka peluang bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam proyek-proyek strategis di Kerajaan Hashemite Yordania. Kesepakatan tersebut juga menandai langkah awal penjajakan kolaborasi jangka panjang antara kedua negara.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Kesepahaman ini memperkuat kerja sama strategis dalam mengidentifikasi proyek investasi bernilai tinggi di berbagai sektor prioritas Yordania.
“Danantara menyambut kesempatan untuk bekerja bersama Jordan Investment Fund dalam mengidentifikasi proyek-proyek strategis yang memberikan nilai jangka panjang dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi bersama,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi, Jumat (12/12/2025).
Melalui MoU tersebut, Danantara menjajaki peluang co-investment di sektor-sektor prioritas seperti:
infrastruktur,
pengembangan perkotaan,
transportasi,
transisi energi,
digitalisasi dan teknologi.
Selain itu, MoU juga mencakup kerja sama pengembangan proyek, penyusunan skema investasi, serta pertukaran pengetahuan antara kedua institusi investasi kedaulatan tersebut.
Rosan menilai, Yordania memiliki rekam jejak positif dalam menjaga iklim investasi yang stabil, sekaligus memiliki arah pembangunan nasional yang jelas sehingga menjadi mitra strategis bagi Indonesia.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal dari keterlibatan multi-fase yang lebih luas, di mana kedua negara dapat bekerja bersama-sama untuk membuka area pertumbuhan baru,” ucap Rosan.
Danantara dan JIF akan saling bertukar keahlian dalam manajemen investasi, tata kelola, serta pengembangan proyek. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional pada joint venture masa depan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang bermakna, yang mendukung ambisi pembangunan Yordania sekaligus menciptakan jalur nilai baru bagi Indonesia,” lanjut Rosan.
Ia menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan titik akhir, melainkan awal dari hubungan strategis yang akan terus diperluas skalanya. Kedua institusi akan menjalankan proses terkoordinasi untuk mengevaluasi peluang investasi bernilai tinggi yang memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Sebelumnya, Danantara Indonesia telah menyampaikan fokus strategis untuk tahun 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, merujuk pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 mengenai Holding Investasi. Danantara menargetkan pengembangan proyek strategis, penguatan sektor prioritas, serta diversifikasi portofolio lintas aset dan wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen Danantara memaparkan roadmap investasi Danantara Investment Management (DIM) untuk 2026. Peta jalan tersebut dirancang untuk menjalankan mandat ganda: menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.
“Roadmap investasi kami disusun dengan pendekatan terukur, berorientasi pada penciptaan nilai lintas generasi. Mandat kami jelas: menghadirkan imbal hasil yang sehat bagi negara, sambil memastikan setiap investasi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan mendorong transformasi nasional,” tegas Rosan.(Fj)







