JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan dari pimpinan lembaga pemeringkat global Morgan Stanley Capital International (MSCI) di kantornya, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas sejumlah isu penting terkait pasar modal Indonesia, termasuk soal transparansi, tata kelola yang baik, serta langkah pemulihan setelah gejolak yang terjadi di bursa beberapa waktu terakhir.
Dalam pertemuan tersebut, Luhut mengatakan bahwa diskusi dengan pihak MSCI dilakukan secara intens dan terbuka untuk mencari solusi bersama demi menjaga kepercayaan investor lokal maupun internasional terhadap pasar modal Tanah Air.
“Kami membahas banyak hal, terutama bagaimana menjaga pasar modal Indonesia tetap kredibel dan transparan. Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal kepercayaan,” ujar Luhut seusai pertemuan.
Menurut Luhut, pertemuan dengan Bos MSCI itu diinisiasi untuk merespons kekhawatiran investor akibat tekanan yang sempat terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah peringatan dari MSCI. Ia menyatakan bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu berdialog langsung dengan lembaga pemeringkat global agar tercipta pemahaman yang sama soal kondisi pasar modal.
“Intinya kita ingin memastikan bahwa semua pihak memahami bagaimana kondisi sebenarnya di Indonesia. Kita enggak menutup diri dan siap berdiskusi secara transparan,” tambahnya.
Luhut menilai bahwa kunjungan pimpinan MSCI juga memberi kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan langkah-langkah perbaikan yang tengah ditempuh. Di antaranya adalah peningkatan tata kelola pasar modal, transparansi pelaporan keuangan emiten, dan upaya kolaborasi antara regulator, bursa, dan investor untuk memperkuat fondasi pasar.
“Ini adalah dialog yang konstruktif. MSCI datang bukan hanya untuk menunjuk kekurangan, tetapi juga melihat bagaimana potensi pasar kita, serta bagaimana kita merespons tantangan yang ada,” kata Luhut.
Pertemuan ini dilakukan di tengah suasana volatilitas IHSG yang sebelumnya sempat melemah tajam akibat sentimen eksternal dan internal. Penurunan indeks saham menarik perhatian investor global, termasuk lembaga pemeringkat seperti MSCI yang memberikan peringatan soal transparansi dan tata kelola.
Luhut memastikan pemerintah mendengar semua masukan yang disampaikan, dan akan mempercepat koordinasi lintas instansi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta lembaga terkait lainnya untuk menindaklanjuti poin-poin penting hasil diskusi.
“Kita ingin membangun pasar yang sehat, dan itu butuh kerja sama yang kuat antara pemerintah, regulator, bursa, dan investor. Ini bukan pekerjaan satu hari, tetapi proses panjang yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Luhut juga menegaskan bahwa Indonesia tetap optimistis dalam menghadapi tantangan pasar modal global. Ia mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat dan berbagai langkah reformasi tetap berjalan untuk menarik minat investor jangka panjang.
Pertemuan intens selama dua jam itu pun ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia serta menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika perekonomian global.(con)







