KAB.TANGERANG | Harianmerdeka
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengadakan Pertemuan Intervensi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di wilayah ini.
Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada hari Senin, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Bidan Koordinator Puskesmas, Penanggung Jawab Program Ibu Puskesmas, anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Tangerang, serta 19 Pengurus IBI Ranting se-Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, dr. H Achmad Muchlis, MARS, menyampaikan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan yang tepat bagi ibu hamil dengan risiko KEK guna mencegah komplikasi serius seperti stunting dan komplikasi persalinan yang berujung pada risiko kematian ibu dan bayi.
“Dalam pertemuan ini, berharap semua ibu hamil berisiko yang terdeteksi dapat ditata kelola dengan benar guna mencegah komplikasi persalinan, stunting, hingga kematian ibu dan bayi,” ujarnya dengan penuh harap, Senin (15/7/2024).
Menyusul pernyataan tersebut, dr. Sri Indriyani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, menegaskan komitmen dari semua tenaga kesehatan untuk mengawal setiap ibu hamil yang berisiko, memastikan mereka mendapatkan perawatan sesuai standar yang ditetapkan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil yang teridentifikasi berisiko mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat agar dapat melalui proses kehamilan dan persalinan dengan aman,” tandasnya.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar tenaga kesehatan di Kabupaten Tangerang dalam menangani ibu hamil dengan KEK. Dengan upaya yang terus menerus dan komprehensif, diharapkan angka komplikasi persalinan, stunting, serta kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan. (dam/ris)







