Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 16 Jul 2024 11:27 WIB ·

Dinkes Ingatkan Risiko Ibu Hamil


Dinkes Ingatkan Risiko Ibu Hamil Perbesar

KAB.TANGERANG | Harianmerdeka

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengadakan Pertemuan Intervensi Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di wilayah ini.

Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada hari Senin, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Bidan Koordinator Puskesmas, Penanggung Jawab Program Ibu Puskesmas, anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Tangerang, serta 19 Pengurus IBI Ranting se-Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, dr. H Achmad Muchlis, MARS, menyampaikan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan yang tepat bagi ibu hamil dengan risiko KEK guna mencegah komplikasi serius seperti stunting dan komplikasi persalinan yang berujung pada risiko kematian ibu dan bayi.

“Dalam pertemuan ini, berharap semua ibu hamil berisiko yang terdeteksi dapat ditata kelola dengan benar guna mencegah komplikasi persalinan, stunting, hingga kematian ibu dan bayi,” ujarnya dengan penuh harap, Senin (15/7/2024).

Menyusul pernyataan tersebut, dr. Sri Indriyani, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, menegaskan komitmen dari semua tenaga kesehatan untuk mengawal setiap ibu hamil yang berisiko, memastikan mereka mendapatkan perawatan sesuai standar yang ditetapkan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil yang teridentifikasi berisiko mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat agar dapat melalui proses kehamilan dan persalinan dengan aman,” tandasnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar tenaga kesehatan di Kabupaten Tangerang dalam menangani ibu hamil dengan KEK. Dengan upaya yang terus menerus dan komprehensif, diharapkan angka komplikasi persalinan, stunting, serta kematian ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan. (dam/ris)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis

9 Juni 2026 - 15:17 WIB

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Gandeng Dinkes, WBP Diberi Edukasi Virus Hanta dan Pemeriksaan Kesehatan

9 Juni 2026 - 11:14 WIB

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Benyamin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 2027 Harus Tercapai

5 Mei 2026 - 14:56 WIB

Trending di Kesehatan