Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 20 Nov 2024 12:56 WIB ·

Disnaker Bogor Siapkan 20 Tenaga Kerja ke Jepang


Disnaker Bogor Siapkan 20 Tenaga Kerja ke Jepang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor berkolaborasi dengan Yayasan Indonesian-Japan Bussiness Network (IJB Net), mempersiapkan 20 orang untuk diberangkatkan menjadi tenaga kerja di Jepang dalam Program Specified Skilled Worker.

Kepala Disnaker Kota Bogor Sujatmiko Baliarto di Kota Bogor, Selasa, mengatakan program ini menjadi upaya Disnaker dalam memfasilitasi warganya dalam bidang kebutuhan tenaga kerja.

Program ini, kata Sujatmiko, juga menjadi strategi dalam mengatasi persoalan pengangguran di Kota Bogor. Sebab, tingkat pengangguran di Kota Bogor menjadi yang terbanyak ketiga di Provinsi Jawa Barat.

“Tugas kita bagaimana mengupayakan salah satunya adalah bagaimana kita bisa memfasilitasi untuk bisa bekerja di dalam negeri melalui pelatihan-pelatihan dan sebagainya,” ucapnya dikutip antaranews.

Setelah merekrut di bidang pertanian, kata Sujatmiko, Disnaker dan IJB Net akan merekrut lagi di bidang pengolahan makanan ke Jepang.

“Dan ini akan terus, karena di sini ada logam, pangan, pengolahan pangan, perhotelan, ini terus. Ini tahap satu pertanian, tahap kedua lagi dibuka, ini sedang direkrut terus,” ujarnya.

Direktur Eksekutif IJB Net Solihin mengatakan sebelum diberangkatkan ke Jepang, para peserta dalam program ini akan menjalani pelatihan bahasa Jepang terlebih dahulu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor.

“Pelatihan ini estimasinya berjalan selama enam bulan. Namun bisa lebih cepat juga 3-4 bulan, sesuai kemampuan peserta. Setelah itu mereka akan diberangkatkan ke perusahaan pertanian yang ada di Jepang,” kelasnya.

Ia menyebutkan para peserta akan bekerja selama 5 tahun sesuai dengan masa visanya di Jepang. Setelah masa itu selesai mereka dapat melanjutkan atau memperpanjang masa kerja mereka kembali.

“Mereka bukan hanya sekarang jadi operator, tetapi juga bisa berjenjang karir di perusahaan itu. Pada lima tahun berikutnya, mereka bisa mengajukan permanent visa, seperti KTP Jepang tapi paspornya tetap Indonesia,” tuturnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemendag Jembatani Pelaku Usaha Indonesia dengan Buyer dari Lima Negara, Buka Peluang Ekspor ke Pasar Nontradisional

23 Juni 2026 - 13:28 WIB

Kebijakan SPK TKBM di KSOP Satui Disorot, Pengguna Jasa Nilai Ganggu Kenyamanan Berusaha

22 Juni 2026 - 14:42 WIB

Produk Halal Unggulan Indonesia Unjuk Gigi di Halal Expo Canada 2026

21 Juni 2026 - 21:32 WIB

Pakar Ekonomi : UMKM Harus Siap Bersaing di era Ekonomi Digital Hadapi Persaing Poduk luar

19 Juni 2026 - 16:48 WIB

Saham PSKT Respons Positif Penunjukan Eka Sastra Sebagai Dirut

19 Juni 2026 - 14:58 WIB

Arif Rahman: Kadin Bukan Sekadar Wadah, Harus Jadi Penggerak Ekonomi

19 Juni 2026 - 14:54 WIB

Trending di Bisnis