JAKARTA | Harian Merdeka
Danantara Indonesia menargetkan laba badan usaha milik negara (BUMN) mencapai sekitar Rp350 triliun pada 2026, seiring dengan pelaksanaan puluhan proyek strategis dan percepatan konsolidasi BUMN.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan, pada 2026 terdapat total 41 proyek yang tengah dikerjakan, terdiri dari 20 proyek hilirisasi dan 21 program transformasi BUMN, termasuk merger dan konsolidasi.
“Untuk tahun 2026, rencana kerja kami menargetkan laba BUMN sekitar Rp350 triliun,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Proyek hilirisasi yang dijalankan antara lain pengolahan bauksit menjadi alumina yang ditargetkan memulai groundbreaking pada awal Februari, pengembangan biofuel, serta sejumlah proyek hilirisasi lainnya. Sementara itu, program transformasi difokuskan pada konsolidasi dan penyehatan BUMN agar kinerja keuangan lebih berkelanjutan.
Dony menjelaskan, secara kinerja historis, laba BUMN pada 2025 secara normalisasi mencapai Rp332 triliun. Namun, angka tersebut disertai dengan pencatatan impairment sebesar Rp55 triliun sebagai bagian dari upaya perbaikan fundamental.
“Laba BUMN 2025 secara normalisasi mencapai Rp332 triliun, tetapi setelah impairment, realisasinya berada di kisaran Rp280 triliun hingga Rp295 triliun,” katanya.
Ia menegaskan, konsolidasi dan transformasi BUMN ditujukan untuk meningkatkan return on asset serta memastikan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional tetap kuat, tidak hanya dari sisi laba, tetapi juga melalui setoran pajak dan peran sosial.
Danantara menargetkan proses konsolidasi BUMN dapat diselesaikan pada 2026 sehingga dampaknya terhadap peningkatan laba dan kinerja keuangan dapat terlihat lebih jelas pada tahun-tahun berikutnya. (Egi)







