Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 23 Jun 2026 13:49 WIB ·

Dorong Kemandirian Energi, Komisi VI DPR RI Kawal Program CNG di Bali


Dorong Kemandirian Energi, Komisi VI DPR RI Kawal Program CNG di Bali Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Komisi VI DPR RI menegaskan pentingnya penguatan kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Koperasi guna mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah pengembangan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien dan memanfaatkan potensi energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Provinsi Bali, Kamis (18/6/26). Ia menilai sinergi lintas lembaga perlu terus diperkuat agar program-program yang dijalankan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Hari ini kami rapat dengan PGN, kemudian juga BNI, dan Kementerian Koperasi. Kami ingin memastikan bahwa sinergitas antara BUMN dan Kementerian Koperasi ini berjalan dengan baik,” ujar Gde.

Dalam agenda tersebut, Komisi VI DPR RI turut membahas perkembangan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Bali. Pembahasan mencakup dukungan pembiayaan bagi koperasi serta peluang kolaborasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memperluas pemanfaatan CNG di berbagai sektor masyarakat.

Menurut Gde, pengembangan penggunaan CNG memiliki arti penting dalam mendukung kemandirian energi nasional. Pasalnya, CNG berasal dari sumber energi domestik, berbeda dengan LPG yang masih mengandalkan pasokan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan nasional.

“Kami juga melihat bagaimana PGN melakukan penetrasi terhadap penggantian LPG ke CNG. Ini sebenarnya lebih menguntungkan karena CNG merupakan produksi dalam negeri, sementara LPG masih impor,” jelasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi penggunaan gas bumi tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi konsumsi energi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya energi nasional secara maksimal.

Karena itu, Komisi VI DPR RI mendorong agar program perluasan penggunaan CNG dapat segera diwujudkan secara lebih luas, termasuk di Bali. Upaya tersebut dinilai membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BUMN, koperasi, hingga lembaga keuangan.

“Saya berharap nantinya program ini benar-benar bisa direalisasikan di Bali. Tentu ini bukan hanya untuk kepentingan Bali, tetapi juga untuk kepentingan Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Legislator asal Daerah Pemilihan Bali tersebut. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Usai Latsar CPNS, Kalapas Gunungsitoli Tegaskan ASN BerAKHLAK Harus Hadir dalam Pelayanan Nyata

18 Juni 2026 - 09:44 WIB

Masuk Program 2026, P3A Tarunajaya Apresiasi Normalisasi Irigasi Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 15:10 WIB

Kepala Desa se Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Bantah Adanya Intervensi Oleh Jaro Ade

12 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro Jaya Dengarkan Langsung Keluhan dan Harapan Warga

11 Juni 2026 - 10:21 WIB

Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban, Warga Titip Aspirasi Jembatan kepada TNI AD

8 Juni 2026 - 11:43 WIB

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

8 Juni 2026 - 10:34 WIB

Trending di Daerah