Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 20 Jan 2026 13:51 WIB ·

Fenomena Rob Hambat Penanganan Banjir di Jakarta Utara


Fenomena Rob Hambat Penanganan Banjir di Jakarta Utara Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan fenomena rob atau naiknya air laut ke daratan memperparah banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta Utara. Kondisi tersebut membuat air sulit dialirkan ke laut meskipun ribuan pompa telah dikerahkan.

“Jadi banjirnya yang begitu lama karena genangan di beberapa jalan termasuk di Gunung Sahari ini lama karena juga rob. Begitu cukup tinggi akibat intensitas hujan yang tinggi, dan yang kedua adalah rob,” kata Pramono saat meninjau lokasi di kawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Pramono menjelaskan, curah hujan yang terjadi pada akhir pekan lalu merupakan yang tertinggi selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berdasarkan pemantauan di delapan titik wilayah Jakarta Utara, intensitas hujan tercatat berada di kisaran 260 hingga 280 milimeter.

“Selama ini di Jakarta jarang sekali curah hujan di atas 200 milimeter. Kemarin di delapan titik semuanya di atas 200,” ujarnya.

Menurut Pramono, hujan dengan intensitas tinggi tersebut berlangsung selama kurang lebih delapan jam dan memberikan dampak signifikan, terutama di wilayah Jakarta Utara. Situasi diperburuk dengan terjadinya rob yang menghambat proses pengaliran dan pemompaan air.

“Problemnya adalah rob, kemudian air tidak bisa turun, tidak bisa dipompa. Padahal sudah kita kerahkan pompa stasioner maupun mobile kurang lebih 1.200 pompa, termasuk pompa milik Kementerian PUPR,” jelasnya.

Akibat kombinasi hujan ekstrem dan rob, genangan air di sejumlah kawasan bertahan cukup lama. Pramono menyebut wilayah Kelapa Gading dan Gunung Sahari sebagai daerah dengan durasi genangan terpanjang.

“Air baru benar-benar surut pada hari Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dua daerah yang dampaknya paling panjang itu Kelapa Gading dan Gunung Sahari,” kata Pramono.

Meski demikian, ia memastikan sebagian besar akses transportasi sudah dapat dilalui sejak Minggu. Selain itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat relatif sedikit, meskipun ketinggian banjir sempat cukup signifikan di beberapa titik. (fj/kay)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cak Imin Didukung Pimpin PBNU dalam Forum Dialog Kebangsaan di Sleman

1 Juni 2026 - 13:33 WIB

Skandal Ekspor CPO: Arif Rahman DPR RI Minta Pelaku Dijerat Pasal TPPU

1 Juni 2026 - 13:13 WIB

Diduga Tabrak Aturan Danantara, CBA Desak Kejagung Periksa Dirut BRI

1 Juni 2026 - 11:28 WIB

Puncak Haji Lancar, Cak Imin Puji Langkah Presiden Hadirkan Kementerian Haji

29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Nasir Djamil Soroti Kendala Klasik Transportasi dan Konsumsi Jemaah Haji

29 Mei 2026 - 10:31 WIB

Satgas PKH dan TNI AL Periksa 25 Kontainer Mineral Diduga Radioaktif di Batam

29 Mei 2026 - 10:28 WIB

Trending di Nasional